
Penggabungan dua operator waralaba restoran cepat saji di India, KFC dan Pizza Hut, telah mencapai kesepakatan melalui skema pertukaran saham. Nilai transaksi yang terjadi mencapai USD 933 juta atau setara dengan Rp 15,6 triliun (kurs Rp 16.702). Langkah ini diambil untuk memperluas skala usaha sekaligus mengurangi biaya operasional di tengah kondisi permintaan konsumen yang menurun dan persaingan yang semakin ketat.
Dalam skema penggabungan ini, Devyani International Ltd. akan menerbitkan 177 saham baru untuk setiap 100 saham yang dimiliki oleh Sapphire Foods India Ltd. Hal ini tercantum dalam keterbukaan informasi ke bursa AS pada Kamis. Sebelumnya, kedua perusahaan menjalankan operasional KFC dan Pizza Hut secara terpisah namun paralel di India. Setelah merger, seluruh operasi KFC dan Pizza Hut di India akan berada di bawah satu entitas.
Total saham yang diterbitkan oleh Devyani adalah sebanyak 568,85 juta saham kepada pemegang saham Sapphire. Berdasarkan harga penutupan saham pada Kamis, valuasi transaksi ini mencapai sekitar 83,9 miliar rupee atau USD 933 juta.

Respons pasar terhadap penggabungan ini terbagi. Saham Devyani sempat melonjak hingga 8,3 persen pada perdagangan Jumat, meski akhirnya hampir memangkas seluruh penguatannya saat penutupan. Sementara itu, saham Sapphire ditutup melemah 4,1 persen.
Kedua pemegang waralaba menyatakan bahwa penggabungan ini akan menciptakan skala ekonomi, mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat posisi tawar terhadap pemasok dan vendor. Yum! Brands, selaku pemilik merek, telah menyetujui rencana tersebut, dengan penggabungan efektif berlaku mulai 1 April.
Industri restoran cepat saji di India menghadapi perlambatan pertumbuhan penjualan dalam beberapa kuartal terakhir. Persaingan semakin sengit seiring pemain besar seperti McDonald's, Westlife FoodWorld Ltd., Domino’s Pizza, dan Jubilant FoodWorks meningkatkan investasi. Di sisi lain, pendatang baru seperti Wow Momo Foods Pvt. juga agresif menambah kategori produk.
Devyani disebut akan menjadi "perusahaan berskala nasional," sebanding dengan pesaingnya Jubilant FoodWorks. Analis Jefferies yang dipimpin Vivek Maheshwari dalam catatan tertanggal 2 Januari menilai entitas hasil penggabungan akan fokus mempercepat ekspansi KFC, memperkuat Pizza Hut untuk pertumbuhan jangka panjang, serta mengembangkan merek baru seperti jaringan makanan India Vaango!.
Perusahaan berbasis di Gurugram itu menilai penggabungan ini berpotensi menciptakan pemimpin pasar. Bisnis gabungan tersebut diperkirakan menghasilkan manfaat sinergi hingga 2,25 miliar rupee per tahun mulai tahun kedua setelah operasional penuh pascamerger.
Saat ini, Devyani mengoperasikan lebih dari 2.000 gerai di 280 kota di India, Nigeria, Nepal, dan Thailand, termasuk KFC dan Pizza Hut milik Yum! Brands. Sementara Sapphire Foods mengelola sekitar 1.000 restoran KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell di India serta Sri Lanka.
Yum! Brands diketahui telah merombak model bisnisnya sekitar satu dekade lalu dengan melepas sebagian operasional gerainya kepada Sapphire Foods yang baru dibentuk saat itu, sebagai bagian dari strategi konsolidasi mitra waralaba. Sapphire Foods didirikan pada 2015 dengan dukungan konsorsium perusahaan ekuitas swasta seperti Samara Capital dan Goldman Sachs, lalu melantai di bursa melalui IPO pada November 2021.
Penggabungan ini masih memerlukan berbagai persetujuan regulator, termasuk dari otoritas persaingan usaha India. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu 12–15 bulan. Integrasi penuh kedua entitas dan realisasi seluruh manfaat sinerginya ditargetkan tercapai dalam 18 bulan sejak tanggal efektif penggabungan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar