
Perayaan Kekuatan dan Persatuan di Tengah Konflik NU
Dalam rangka menegaskan kembali peran NU sebagai organisasi yang mampu membawa kedamaian bagi umat, para kiai di Pulau Jawa menggelar pertemuan penting di Hotel Preanger, Kota Bandung. Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait konflik internal yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Munculnya Pernyataan Sikap dari Forum Kiai NU Jawa
Forum Kiai NU Jawa, yang dipimpin oleh KH Muhammad Faris, menyampaikan bahwa konflik antara dua kubu di PBNU telah merambat ke tingkat wilayah, cabang, hingga ranting. Hal ini dinilai telah menciptakan ketidakstabilan dalam organisasi dan memicu kegelisahan di kalangan Nahdliyin.
Menurut KH Faris, situasi ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa NU harus kembali menjadi organisasi yang memberikan ketenangan bagi umat, bukan justru menimbulkan kebingungan.
Permintaan Pengunduran Diri Tiga Tokoh PBNU
Dalam pernyataan sikapnya, Forum Kiai NU Jawa meminta tiga tokoh pengurus PBNU hasil Muktamar Lampung, yaitu KH Miftakhul Akhyar (Rais Aam), KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Tanfidziyah), dan Saifullah Yusuf (Sekjen) untuk mengundurkan diri. Permintaan ini bukan didasari sentimen pribadi, melainkan demi menjaga muruah jam’iyyah.
KH Faris menjelaskan bahwa ketiga tokoh tersebut adalah panutan, namun dalam kondisi saat ini, langkah terbaik adalah memberikan ruang bagi penyegaran kepemimpinan. Ia menilai bahwa dengan pengunduran diri mereka, akan ada peluang untuk menjalankan proses pembaruan di tubuh NU.
Pembentukan Muktamar Luar Biasa (MLB)
Forum juga meminta dibentuknya panitia Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk menghasilkan kepengurusan baru. MLB dinilai sebagai jalan paling adil dan konstitusional untuk mengklarifikasi dan mengevaluasi berbagai persoalan selama masa kepengurusan berjalan.
“MLB adalah cara bermartabat untuk memulihkan stabilitas organisasi,” ujar KH Faris. Ia menekankan bahwa pembentukan MLB merupakan langkah penting untuk mengembalikan semangat persatuan dan harmoni di tubuh NU.
Penolakan Kembali Tampilnya Tokoh-Tokoh Saat Ini
Selain itu, Forum Kiai NU Jawa menegaskan bahwa ketiga tokoh PBNU saat ini, yaitu Miftakhul Akhyar, Yahya Staquf, dan Saifullah Yusuf, tidak seharusnya kembali tampil dalam kepengurusan hasil MLB. Hal ini dilakukan demi menghindari konflik kepentingan.
Siap Membentuk PBNU Tandingan
Butir keempat dalam pernyataan sikap menunjukkan sikap paling tegas dari Forum Kiai NU Jawa. Mereka menyatakan siap membentuk PBNU tandingan apabila MLB tidak kunjung digelar dalam waktu tiga bulan ke depan. Langkah ini dianggap sebagai opsi terakhir untuk menyelamatkan NU dari stagnasi dan konflik yang mengakar.
“Ini bukan ancaman, tetapi ikhtiar darurat agar NU tidak kehilangan arah perjuangan,” ujar KH Faris. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari langkah ini adalah untuk menjaga kelangsungan perjuangan NU sebagai organisasi besar yang fokus pada pendidikan, pengabdian sosial, dan peran kebangsaan.
Menggandeng Tokoh-Tokoh Budaya dan Ulama
Forum juga berencana menggandeng tokoh-tokoh NU kultural, termasuk budayawan dan ulama karismatik seperti Rhoma Irama, untuk memperkuat gerakan rekonsiliasi dari akar rumput. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memperkuat kembali peran NU sebagai organisasi moral yang mengayomi umat.
Menyampaikan Pesan kepada Warga NU
Di akhir pernyataan, Forum Kiai NU Jawa menyampaikan pesan kepada warga NU agar tetap tenang dan mengedepankan akhlakul karimah dalam menyikapi dinamika internal ini. Ia menegaskan bahwa tujuan mereka bukan untuk memecah belah, melainkan untuk menyelamatkan NU agar tetap menjadi organisasi besar yang fokus pada pendidikan, pengabdian sosial, dan peran kebangsaan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar