Kian Terbelah, Mantan Wasekjen Minta KNPI Sulsel Tunggu Kongres Bersama untuk Akhiri Dualisme

Kian Terbelah, Mantan Wasekjen Minta KNPI Sulsel Tunggu Kongres Bersama untuk Akhiri Dualisme

Kondisi KNPI Sulsel yang Memanas

Kisruh yang kembali terjadi di tubuh DPD KNPI Sulawesi Selatan membuat perhatian publik tertuju pada organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia itu. Dualisme yang berlarut-larut memuncak dengan munculnya tiga ketua versi berbeda mulai dari Andi Surahman Batara, Fadel Muhammad Tauphan Ansar, dan Vonny Ameliani Suardi. Hal ini terjadi setelah Musda versi Nurkanita Maruddani Kahfi digelar di Hotel Horison Makassar, Senin (9/12/2025) malam.

Musda tersebut bahkan diwarnai kericuhan dan aksi saling pukul yang melibatkan peserta serta pimpinan sidang, sehingga memaksa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI mengambil alih sepenuhnya seluruh proses Rapimpurda dan Musda. DPP memastikan bahwa rangkaian sidang lanjutan akan dipimpin langsung oleh pusat demi menjaga kondusivitas.

Di tengah situasi yang memanas itu, mantan Wasekjend DPP KNPI sekaligus mantan pengurus KNPI Sulsel, Anshar Aminullah, menyampaikan suara keprihatinan yang kuat terhadap kondisi organisasi yang disebutnya semakin menjauh dari semangat berhimpun. Menurut Anshar, dinamika yang terjadi belakangan ini terasa begitu drastis, khususnya dalam forum musyawarah yang seharusnya menjadi ruang menyatukan pandangan.

Ia menilai pola intervensi, benturan kepentingan, hingga kericuhan fisik yang muncul dalam Musda bukan hanya mencederai marwah organisasi, tetapi juga menunjukkan rapuhnya struktur konsolidasi KNPI di tingkat daerah.

“Secara pribadi dan sebagai mantan pengurus KNPI Sulsel, saya sangat prihatin melihat kondisi organisasi berhimpun kepemudaan kita ini. Dinamika yang terjadi belakangan begitu drastis, terutama dalam ruang musyawarah yang seharusnya menjadi tempat kita menyelesaikan perbedaan,” ujar Anshar.

Ia menegaskan penyelesaian dualisme KNPI tidak akan pernah tuntas apabila setiap daerah mengambil jalan sendiri-sendiri dan menggelar Musda secara terpisah. Menurutnya, langkah paling strategis dan konstitusional yang perlu ditempuh saat ini adalah menunggu pelaksanaan Kongres Bersama di tingkat pusat yang dalam waktu dekat disiapkan oleh DPP KNPI.

“Setahu saya, dalam waktu dekat DPP KNPI pusat juga akan menggelar Kongres Bersama dari beberapa versi yang ada. Ini momentum penting untuk menyatukan kembali KNPI menjadi satu kesatuan yang lahir dari kesepakatan kolektif para peserta kongres,” jelasnya.

Anshar menilai Kongres Bersama akan menjadi ruang besar untuk merumuskan ulang arah organisasi dan mengakhiri pertarungan internal yang sudah bertahun-tahun terjadi. Ia berharap seluruh kader KNPI di Sulsel dapat menahan diri untuk tidak memperpanjang konflik di tingkat Musda maupun Rapimpurda.

“Kepada teman-teman yang menggelar Musprov semalam, harapan saya sederhana mari menahan diri sejenak dan memberi ruang agar Kongres Bersama di pusat dapat terselenggara lebih dulu. Dengan begitu, proses konsolidasi DPD Kabupaten/Kota yang di beberapa daerah juga masih terbelah bisa kita benahi bersama,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa di sejumlah daerah, KNPI di tingkat kabupaten/kota juga mengalami dualisme yang tidak kalah tajam. Menurut Anshar, jika Musda Sulsel kembali berjalan tanpa satu garis komando yang jelas dari pusat, maka potensi perpecahan justru semakin melebar.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa persoalan bukan lagi tentang siapa yang terpilih atau siapa yang memegang legitimasi terbanyak, tetapi bagaimana menjaga persatuan organisasi kepemudaan yang menjadi wadah regenerasi pemimpin muda.

“Terlepas dari siapa pun yang terpilih dalam Musprov versi mereka, harapan besar kita adalah agar KNPI Sulsel dapat kembali bersatu setelah Kongres Bersama nanti,” tegasnya.

Musda yang Ricuh dan Tindakan DPP

Jumlah Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan kembali bertambah setelah kubu Nurkanita Maruddani Kahfi menggelar Musda di Hotel Horison Makassar, Senin (9/12/2025) malam. Kini ada tiga Ketua KNPI Sulsel Andi Surahman Batara (akademisi UMI), Fadel Muhammad Tauphan Ansar, dan Vonny Ameliani Suardi.

Fadel yang merupakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulsel sekaligus Ketua HIPMI Makassar, serta Vonny yang juga legislator Gerindra, muncul sebagai ketua baru hasil Musda yang penuh dualisme.

Musda Ricuh

Musda KNPI Sulsel diwarnai kericuhan ketika peserta saling dorong dan adu jotos. Dalam video yang beredar, massa masuk ke ruang sidang dan merusak fasilitas. Situasi memanas hingga pimpinan sidang, Waketum DPP KNPI Ludikson Siringoringo (Dickson), turut menjadi korban pemukulan. Hingga kini pemicu pasti bentrokan belum diketahui.

DPP Ambil Alih Musda

Pasca-kericuhan, DPP KNPI mengambil alih Rapimpurda dan Musda. Sekjen DPP KNPI, Almanzo Bonara, memastikan seluruh proses akan dipimpin langsung oleh DPP demi menjaga kondusivitas. Dua kandidat, Fadel dan Vonny, tetap akan dipanggil dalam rangkaian Musda. DPP juga menegaskan Musda tetap digelar di Makassar dengan Steering Committee tetap diundang.

Almanzo menegaskan insiden pemukulan terhadap Dickson telah dilaporkan ke polisi dan langkah organisasi tetap ditempuh, termasuk sanksi internal bila diperlukan.

Kronologi

Kericuhan terjadi saat sidang Rapimda membahas verifikasi faktual OKP. Dickson mengaku diintervensi untuk menunda sidang, namun tidak mendapat dukungan panitia. Perdebatan memicu scoursing, sebelum akhirnya massa masuk dan menyerang pimpinan sidang. Dickson menyebut serangan pertama datang dari Ketua SC Musda.

Musda kali ini mempertemukan dua kader Gerindra dalam pertarungan ketua Vonny Ameliani Suardi dan Fadel Tauphan Ansar. Vonny mendaftar pertama dengan membawa 27 rekomendasi OKP dan 15 dukungan DPD II. Fadel mendaftar dengan 12 rekomendasi awal namun mengklaim terkumpul 49 OKP usai deklarasi.

Pertarungan keduanya menjadi head to head pertama dalam 12 tahun terakhir, memperebutkan sekitar 75 suara OKP dan DPD II se-Sulsel. Dengan munculnya kubu Fadel dan Vonny, ditambah kubu Surahman Batara, jumlah Ketua KNPI Sulsel kini semakin banyak dan menunjukkan dualisme yang belum mereda.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan