
TANGERANG SELATAN, aiotrade
Hujan deras yang mengguyur kawasan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), pada hari Selasa (2/12/2025) tidak menyurutkan semangat seorang lady ojol bernama Adevita (40).
Tanpa menggunakan jas hujan atau pelindung tambahan, ia tampak sigap menepikan motornya yang basah kuyup. Helm dan masker yang ia kenakan pun terlihat lembap. Namun, perempuan itu tetap tersenyum ketika aiotrade mendekatinya.
“Ayo kak, rumah saya enggak jauh dari sini,” ujar Adevita yang kemudian langsung tancap gas setelah aiotrade duduk di kursi penumpang motor berwarna biru dongker miliknya.
Pemandangan ini menjadi gambaran kehidupan sehari-hari Adevita sebagai pengemudi ojek online.
Adapun Adevita adalah seorang ibu tiga anak yang kini mencari nafkah sebagai lady ojol. Meski baru setahun menjadi mitra ojek online, tepatnya sejak November 2022, tekadnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga membuat langkahnya tak pernah surut dalam mencari penumpang.
Kondisi tersebut seperti menggambarkan seorang perempuan menjalani peran ganda, yaitu menjadi ibu, istri, sekaligus pencari nafkah.
Sebelum menjadi ojol, Adevita pernah bekerja di sejumlah perusahaan ternama sebagai staf finance dan admin. “Dulu saya kerja kantoran, staf finance, admin di perusahaan yang lumayan ternama. Tapi ya kontrak, tiap tahun diperbarui,” kata dia.
Setelah itu, ia sempat bekerja di perusahaan kontraktor sebagai admin proyek, mengurus pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga penggajian mandor dan pekerja lapangan. Tidak hanya itu, ia juga pernah membantu rekannya sebagai asisten usaha herbal.
Profesi itu ia jalani sejak 2005 hingga 2014, dengan status karyawan kontrak. Namun setelah melahirkan dan mengurus tiga anak yang jarak usianya berdekatan, Adevita memilih kembali menjadi ibu rumah tangga. Suaminya saat itu masih bekerja, sehingga penghasilan keluarga bergantung pada satu sumber.
“Saya berhenti karena fokus ke keluarga, jaga anak. Penghasilan waktu itu dari suami saja,” kata dia.
Selama mengurus ketiga anaknya, ia sempat membuka warung kecil-kecilan seperti berjualan pulsa. Namun, usaha itu tidak berjalan mulus karena berbagai faktor.
“Sempat jualan kecil-kecilan, pulsa, buka warung, tapi enggak jalan, kayaknya bukan di situ rezekinya,” jelas dia.
Kondisi keluarga juga berubah drastis ketika pandemi Covid-19 melanda. Suaminya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2020. Sejak itu, tidak ada penghasilan tetap yang masuk.
“Waktu itu kita berdua enggak ada penghasilan sama sekali,” ucap Adevita.
Meskipun begitu, ia nekat untuk mulai berjualan buah keliling. Saat itu yang dijualnya adalah buah mangga alpukat yang diambil dari pemasok. Yang diambilnya pun tidak sedikit, bisa sampai lima hingga enam kardus yang diantar ke berbagai wilayah Jakarta dan Tangerang dengan motor tua.
“Saya antar buah sampai kena hujan, motor mogok di tengah jalan. Pernah juga uang setoran hilang. Ya Allah, saat itu berat banget, tapi saya gak boleh ngeluh, saya pasrah dan yakin Allah pasti ganti,” kata dia.
Dari jualan itu, keuntungan yang ia dapatkan tidak seberapa, kadang hanya Rp 50.000 per hari. Namun ia terus bertahan.
Hingga akhirnya di tahun 2022, menjadi titik balik ketika ia memutuskan mendaftar sebagai mitra ojek online. Profesi itu juga telah mendapatkan restu dari suaminya, sehingga dirinya sangat yakin untuk menjalani status itu.
“Saya tanya dulu boleh gak jadi ojol. Suami bilang, ‘Silakan, asal kamu enggak capek.’ Itu penting buat saya,” kata dia.
Selama menjalani profesi ojol, setiap hari, Adevita bangun pagi untuk menyiapkan anak-anak sekolah sebelum mulai on-bid sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian, ia mengantar penumpang hingga Jakarta, lalu kembali ke rumah saat siang untuk memasak sebelum jemput anak-anak. Sore hingga malam ia kembali bekerja, biasanya sampai pukul 21.00 WIB.
“Suami suka ngingetin, kalau sudah capek ya pulang. Jangan dipaksain,” kata dia.
Meski harus berjibaku dengan hujan, panas, dan jalanan, Adevita justru merasa profesi ini sangat cocok untuknya.
“Profesi ojol itu the best buat saya,” imbuh dia.
Baginya, tidak terikat dengan kantor merupakan cara yang terbaik untuk dia mengatur waktu bersama keluarga. Oleh karena itu, ia tetap memilih profesi sebagai ojol.
Terlebih, ada doa dan dukungan keluarga yang ia sebut sebagai sumber kekuatannya untuk menjalani profesi itu.
“Yang bikin saya semangat itu doa dan support suami, anak-anak, keluarga. Itu yang bikin kita kuat,” ucap dia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar