Inspirasi dari Seorang Ibu Tunggal yang Berjuang dengan Keteguhan

SUMBAWA, aiotrade
Tuti Alfiani (50) adalah contoh nyata dari keteguhan seorang ibu tunggal yang berhasil meraih kesuksesan melalui bisnis kuliner di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Dalam peringatan Hari Ibu, kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di sekitarnya.
Dengan semangat pantang menyerah, kerja keras, dan keyakinan akan kekuatan sedekah, Tuti mampu meraih kesuksesan dan memberikan manfaat bagi sesama. Bisnisnya yang diberi nama "Cemong Ecek" diambil dari nama anaknya. Ia memulai usaha ini pada tahun 2018, meskipun perjalanan awalnya tidak mudah.
Pada awalnya, Tuti hanya menjual nasi campur yang dimasak di dapur rumah kecil. Ada dua pilihan lauk: ayam dan daging suwir yang dipotong halus, disajikan dengan sambal pedas khas, dan dijual dengan harga terjangkau Rp 5.000 per bungkus. Ia memasarkan secara online dengan promo "beli 2 gratis ongkir" dan bantuan suami serta ketiga anaknya yang antusias mengantar pesanan langsung ke pelanggan, bahkan hingga malam hari.
Namun, badai datang pada 2019 ketika suaminya meninggal. Dunia Tuti seolah runtuh, dan ia harus berjuang sendirian dengan tiga anaknya tanpa dukungan ekonomi pasti. "Saya pernah terpuruk sedih dan hampa, seolah ada bagian diri yang hilang. Saya harus jadi ayah dan ibu sekaligus," ujarnya dengan nada pelan saat dikonfirmasi.
Pandemi Covid-19 beberapa bulan kemudian membuat permintaan nasi bungkusnya turun drastis. Bisnis yang baru mulai tumbuh kembali terpuruk, kehabisan modal, dan sering kesulitan memastikan makan pagi anak-anak. "Saya sempat putus asa, mau berhenti. Tapi melihat wajah anak-anak yang masih muda, saya ingat: mereka butuh saya. Kata menyerah tidak pernah ada di kamus hatinya," katanya sambil mengusap mata yang sedikit memerah.
Dengan semangat tak patah, Tuti bangkit dan berinovasi. Ia membangun lebih pagi dari biasanya – jam 3 pagi – untuk memasak menu baru seperti daging semur yang empuk, cumi-cumi segar, empal lezat, hingga telur pindang yang disukai banyak orang. Ia belajar sendiri memposting di media sosial, meminta bantuan anaknya untuk mengambil foto makanan yang menarik, dan mulai bekerja sama dengan kurir ketika anak-anak sibuk sekolah.
Lambat laun, testimoni pelanggan tentang rasa nasi campur Cemong Ecek menyebar seperti angin. Pelanggan bertambah banyak karena ketagihan dengan rasa yang otentik dan porsi yang cukup. Hingga akhirnya, Tuti tidak lagi hanya menjual dari rumah – pelanggan meminta lebih banyak, hingga dia memutuskan membuka lapak pertama, kemudian lapak kedua, dan akhirnya sebuah rumah makan yang nyaman di Jalan Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa.
Kini, Cemong Ecek berkembang pesat. Pada setiap Car Free Day Samota hari Minggu, lapaknya selalu dipadati orang, dengan penjualan yang laris dan omset mencapai Rp 5-6 juta per hari. Ada lebih dari 15 menu lauk yang ditawarkan, semuanya bisa dipilih dengan nasi putih atau kuning yang wangi.
Anak-anak Tuti juga semakin dewasa dan selalu mendukungnya. Mereka membantu mengelola kasir, memasak, dan melayani pelanggan ketika dia sibuk. Namun, kesuksesan Tuti tidak hanya terukur dari angka omset. Dia percaya pada "marketing langit" – yaitu rutin sedekah yang dia lakukan sebagai ungkapan syukur.
Setiap hari Jumat, tanpa terlewatkan, dia mempersiapkan 100 porsi nasi bungkus gratis bagi warga yang membutuhkan. Dia membawanya ke tempat ramai, membagikannya dengan senyum, dan sambil itu memperkenalkan bisnisnya dengan cara yang lembut. "Alhamdulillah, saya percaya jalur langit bahwa rezeki diberikan dan ditambah oleh Allah dengan perbanyak sedekah," cerita Tuti.
Seperti semangat ibu yang selalu membantu sesama, Tuti ingin menjadi orang yang bermanfaat. "Rezeki diberikan dan ditambah oleh Allah dengan perbanyak sedekah. Saya tidak lupa ketika saya kesulitan, ada orang yang membantu saya. Sekarang giliran saya membantu orang lain," ujarnya dengan senyum tenang yang penuh makna.
Hari Ibu ini, Tuti adalah bukti bahwa seorang ibu tidak hanya mampu menjaga keluarga, tetapi juga menciptakan kesuksesan yang memberkati banyak orang. Di balik setiap porsi nasi Cemong Ecek, tersembunyi cerita cinta yang dalam, keberanian yang tak tergoyahkan, dan kebaikan yang mengalir seperti air yang jernih – cerita seorang ibu yang bangkit dari derita untuk menjadi sumber inspirasi bagi semua.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar