
Pergantian Tahun 2026 yang Penuh Makna di Bali
InJourney Hospitality merayakan pergantian tahun 2026 dengan cara yang sangat istimewa. Acara ini tidak hanya menjadi momen bersuka cita, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana alam di Sumatera. Dengan mengedepankan doa dan empati, acara ini menjadi perayaan yang penuh makna dan menyentuh hati.
Pergantian tahun kali ini dimaknai sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi bersama. InJourney Hospitality ingin memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam setiap tindakan yang dilakukan. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun ada banyak hal yang bisa dinikmati dalam perayaan, penting juga untuk tidak melupakan sesama yang sedang berjuang.
Kolaborasi Musik yang Menggugah Hati
Acara perayaan Tahun Baru 2026 dihadiri oleh beberapa musisi ternama Indonesia. Erwin Gutawa Orchestra dan Indra Lesmana Jazz Experience berkolaborasi dalam pertunjukan yang sangat mengesankan. Keduanya membawakan lagu-lagu khusus yang ditujukan kepada para korban bencana alam di Sumatera. Suasana haru semakin terasa saat orkestra dipandu oleh Erwin Gutawa dan Indra Lesmana, serta diiringi oleh penampilan musisi-musisi tanah air seperti Woro Mustiko, Gabriel Hardianto, Eva Celia, dan Teza Sumendra.
Kolaborasi ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi mereka yang terkena dampak bencana. Lagu-lagu yang dibawakan mengandung pesan-pesan tentang harapan, ketabahan, dan kepedulian yang sangat relevan dengan situasi yang dihadapi masyarakat Sumatera.
Pertunjukan Budaya Kontemporer “Kita Poleng”
Selain pertunjukan musik, acara ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan budaya kontemporer bernama “Kita Poleng”. Pertunjukan ini menggabungkan tari, audiovisual, dan narasi simbolik untuk menafsirkan budaya Bali secara modern. Karya seni ini mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung oleh The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, yaitu pelestarian warisan budaya, penghormatan terhadap tradisi, serta keberlanjutan identitas lokal Bali.
Salah satu karya yang ditampilkan adalah Kalpataru, sebuah karya seni yang menggambarkan harmoni antara alam dan manusia. Melalui pertunjukan ini, InJourney Hospitality ingin menunjukkan bahwa budaya dan seni bisa menjadi jembatan untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan tradisi.
Pesan dari Direktur Utama InJourney Hospitality
Christine Hutabarat, Direktur Utama InJourney Hospitality, menyampaikan bahwa momen pergantian tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam. Ia mengajak seluruh tamu dan stakeholders untuk turut serta dalam doa dan empati bagi para korban bencana alam.
“Di tengah perayaan menyambut tahun baru, kami mengajak seluruh tamu dan stakeholders untuk menundukkan hati, mendoakan para korban bencana, dan bersama-sama menumbuhkan semangat kebersamaan serta gotong royong sebagai bagian dari nilai yang kami junjung,” ujar Christine.
Ia juga menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, InJourney ingin memberikan pengalaman yang bermakna bagi para tamu. “Kolaborasi musik dalam Seaside Festive Symphony menjadi simbol harmoni antara kekayaan budaya Indonesia dan bahasa musik global yang dapat dinikmati lintas generasi,” tambahnya.
Pengalaman Personal dari Musisi
Erwin Gutawa mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam perayaan ini menjadi pengalaman yang sangat personal. Ia berharap bahwa musik yang dibawakan bisa menjadi persembahan yang lahir dari hati dan memberikan pengalaman bermakna bagi setiap tamu.
“Kami ingin menghadirkan musik sebagai persembahan yang lahir dari hati dan menghadirkan pengalaman bermakna bagi setiap tamu, terlebih dengan semangat kepedulian dan doa yang dipersembahkan untuk para korban bencana Sumatra,” katanya.
Sementara itu, Indra Lesmana mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan pengalaman yang sangat istimewa sekaligus kolaborasi perdananya. Ia berharap bahwa melalui Seaside Festive Symphony, tidak hanya harmoni musik yang bisa dirasakan, tetapi juga ruang untuk berbagi rasa, empati, serta kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar