Kolaborasi Pemulihan di Pidie dan Pidie Jaya, KSP Bantu Bersihkan Lingkungan Pasca Banjir

Kolaborasi Pemulihan di Pidie dan Pidie Jaya, KSP Bantu Bersihkan Lingkungan Pasca Banjir

Pemulihan Wilayah Terdampak Banjir di Pidie dan Pidie Jaya Memasuki Tahap Percepatan

Pemulihan wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya kini memasuki tahap percepatan. Langkah ini dilakukan setelah Kantor Staf Presiden (KSP) menerjunkan tim lapangan serta menyalurkan peralatan pembersihan untuk membantu warga dalam proses pemulihan.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan aparat keamanan dan warga setempat, dengan tujuan agar proses pemulihan berjalan efektif dan terukur. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang terdampak.

Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah penanganan genangan air dan lumpur di permukiman padat yang terkena dampak banjir. Untuk itu, sebanyak 10 unit pompa apung disiapkan untuk wilayah Aceh, dengan tujuh unit di antaranya sudah tiba dan langsung digunakan di lokasi-lokasi prioritas. Pompa-pompa ini membantu mempercepat penyedotan air sekaligus memperlancar proses pembersihan rumah dan fasilitas umum.

Di Gampong Lamkawe, misalnya, pompa difokuskan pada pembersihan lapangan dan fasilitas olahraga yang sebelumnya tertutup lumpur. Area publik tersebut dianggap penting untuk segera dipulihkan karena menjadi ruang interaksi sosial warga. Sementara di Gampong Tiba Mesjid, kegiatan pembersihan diarahkan pada rumah warga dan jalur permukiman. Lumpur yang mengendap dibersihkan secara bertahap agar lingkungan kembali aman dan layak dihuni.

Di Pidie Jaya, Gampong Dayah Usen menjadi salah satu titik kerja utama karena proses pemulihannya berlangsung lebih lambat dibanding wilayah lain. Dengan dukungan alat pompa, proses pengeringan dan pembersihan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain dukungan peralatan, KSP juga menyalurkan bantuan sandang, kebutuhan rumah tangga, serta mainan anak-anak. Pendekatan ini dilakukan agar aspek psikologis warga, terutama anak kecil, tetap mendapat perhatian dalam masa pemulihan. Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Iwan Eka, menyampaikan bahwa pendekatan empati dan gotong royong menjadi prinsip utama dalam kerja penanganan bencana. Hal tersebut juga merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir dengan solusi yang adaptif dan relevan dengan kondisi lapangan.

Bantuan Lain yang Disalurkan

Selain peralatan pembersihan, KSP juga memberikan bantuan berupa sandang dan kebutuhan rumah tangga. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan untuk menjaga kesejahteraan warga pasca-banjir. Selain itu, mainan anak-anak juga disediakan agar anak-anak dapat merasa nyaman dan tenang dalam situasi yang sedang mereka alami.

Iwan Eka menegaskan bahwa pendekatan empati dan gotong royong menjadi prinsip utama dalam kerja penanganan bencana. Hal ini dilakukan agar masyarakat merasa didukung dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan pasca-bencana.

Persiapan Langkah Lanjutan

Sebagai langkah lanjutan, KSP sedang mempersiapkan enam unit mesin Reverse Osmosis (RO) purifier untuk mendukung penyediaan air minum bersih di wilayah terdampak. Ketersediaan air layak konsumsi dinilai krusial untuk menjaga kesehatan masyarakat pascabanjir.

KSP memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pemulihan, mulai dari aparat, relawan, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat. Kerja sama yang baik antara berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan warga menghadapi dampak bencana.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan