
Ringkasan Berita:
- InJourney Hospitality menggelar perayaan Tahun Baru 2026 dengan mengedepankan doa dan empati bagi korban bencana alam di Sumatera.
- Pergantian tahun ini dimaknai sebagai momentum refleksi bersama yang mengedepankan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
- Acara dimeriahkan kolaborasi musik Erwin Gutawa Orchestra dan Indra Lesmana Jazz Experience serta pertunjukan budaya kontemporer Bali.
nurulamin.pro, JAKARTA - Erwin Gutawa Orchestra dan Indra Lesmana Jazz Experience berkolaborasi di The Meru Sanur, Bali, saat perayaan tahun baru 2026.
Keduanya menghadirkan lagu persembahan yang ditujukan kepada para korban bencana Sumatera.
Suasana haru semakin terasa melalui rangkaian pertunjukan orkestra yang dipandu Erwin Gutawa Orchestra dan Indra Lesmana Jazz Experience, serta penampilan para musisi Tanah Air, antara lain Woro Mustiko, Gabriel Hardianto, Eva Celia, dan Teza Sumendra.
Momen spesial ini juga menghadirkan immersive cultural performance “Kita Poleng”, sebuah pertunjukan seni kontemporer yang menafsirkan budaya Bali melalui perpaduan tari, audiovisual, dan narasi simbolik.
Pada momen spesial ini, Kita Poleng menghadirkan karya seni Kalpataru, merefleksikan nilai-nilai yang diusung oleh The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, yakni pelestarian warisan budaya, penghormatan terhadap tradisi, serta keberlanjutan identitas lokal Bali.
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyampaikan momen pergantian tahun ini dimaknai sebagai momentum refleksi bersama yang mengedepankan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Di tengah perayaan menyambut tahun baru, kami mengajak seluruh tamu dan stakeholders untuk menundukkan hati, mendoakan para korban bencana, dan bersama-sama menumbuhkan semangat kebersamaan serta gotong royong sebagai bagian dari nilai yang kami junjung," kata Christine dikutip Sabtu (3/12/2025).
Melalui kegiatan ini, kata Christine, Injourney juga ingin menghadirkan pengalaman bermakna bagi para tamu di momen pergantian tahun.
"Kolaborasi musik dalam Seaside Festive Symphony menjadi simbol harmoni antara kekayaan budaya Indonesia dan bahasa musik global yang dapat dinikmati lintas generasi," papar Christine.
Erwin Gutawa mengungkapkan, keterlibatannya dalam perayaan ini menjadi pengalaman yang sangat personal.
“Kami ingin menghadirkan musik sebagai persembahan yang lahir dari hati dan menghadirkan pengalaman bermakna bagi setiap tamu, terlebih dengan semangat kepedulian dan doa yang dipersembahkan untuk para korban bencana Sumatra” tuturnya.
Indra Lesmana mengatakan, kolaborasi ini merupakan pengalaman yang sangat istimewa sekaligus kolaborasi perdananya.
"Melalui Seaside Festive Symphony, kami tidak hanya menghadirkan harmoni musik, tetapi juga menghadirkan ruang untuk berbagi rasa, empati, serta kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera,” ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar