Kolombia bantu Venezuela lawan Amerika, kerahkan pasukan ke perbatasan

BOGOTA, nurulamin.pro - Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Sabtu (3/1/2026) memerintahkan pengerahan pasukan ke perbatasan Venezuela, untuk membantu negara tetangganya itu melawan operasi militer Amerika Serikat (AS).

Pengerahan itu diumumkan setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim pasukannya telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri.

Petro menyebut tindakan Washington serangan terhadap kedaulatan Amerika Latin dan akan mengakibatkan krisis kemanusiaan.

Gustavo Petro termasuk orang pertama yang mengonfirmasi serangan AS ke Venezuela, ketika Pentagon dan Gedung Putih masih bungkam.

Dalam unggahan di media sosial X dia menulis, "Saat ini mereka membombardir Caracas... Membomnya dengan rudal,” sambil menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Tak lama setelahnya, CBS News mengutip sumber yang menyebutkan, serangan tersebut memang diperintahkan oleh Trump. Targetnya termasuk sejumlah fasilitas militer strategis Venezuela.

Menurut Associated Press, setidaknya tujuh ledakan terdengar sekitar pada dini hari.

Asap tampak mengepul dari dua instalasi militer utama di Caracas: Pangkalan udara La Carlota di pusat kota, dan kompleks militer Fuerte Tiuna salah satu tempat tinggal Maduro.

Bandara Higuerote di bagian timur Caracas juga dikabarkan menjadi sasaran.

Kepanikan warga Venezuela

Warga Ibu Kota Caracas, Venezuela, diguncang ketakutan saat serangkaian ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di langit pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

Suasana mencekam terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat (13.00 WIB), ketika dentuman keras membangunkan penduduk dari tidur mereka.

Francis Pena (29), salah seorang warga Caracas, mengatakan bahwa dirinya sempat panik dan bersiap mengungsi.

“Pacarku membangunkanku dan bilang, ‘Mereka sedang mengebom’,” ungkap Pena kepada AFP.

“Saya tidak bisa melihat ledakannya, tetapi saya mendengar pesawat-pesawat itu. Kami mulai menyiapkan tas berisi barang-barang terpenting di rumah... Paspor, kartu, uang tunai, lilin, pakaian ganti, makanan kaleng,” tuturnya.

Ledakan tidak hanya terdengar di pusat kota, tetapi juga menjalar ke wilayah pelabuhan La Guaira di utara Caracas. Beberapa warga menyebut suara tembakan dan senapan mesin ikut terdengar di tengah malam.

“Dari sini, kita bisa mendengar ledakan di dekat Benteng Tiuna,” kata Emmanuel Parabavis, warga El Valle berusia 29 tahun yang bekerja di bidang humas.

“Saat ini, Anda bisa mendengar sesuatu yang terdengar seperti senapan mesin. Ada banyak ledakan dan tembakan,” ujarnya.

Beberapa wilayah di Caracas dilaporkan mengalami pemadaman listrik usai ledakan terjadi.

Carmen Hidalgo (21), seorang pegawai kantoran, mengaku tanah di sekitarnya sampai bergetar.

“Seluruh daratan bergetar. Ini mengerikan. Kami mendengar ledakan dan pesawat di kejauhan,” katanya.

Kenapa AS serang Venezuela?

Serangan ini diduga lanjutan dari tekanan Washington yang telah berlangsung selama lima bulan terhadap Maduro.

Sejak Agustus 2025, Trump meningkatkan kehadiran militer AS di lepas pantai utara Venezuela, meluncurkan serangkaian serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba.

Presiden ke-47 AS itu juga pernah menyampaikan rencana melakukan operasi darat, bersamaan ekspansi sanksi ekonomi dan blokade terhadap kapal-kapal tanker minyak Venezuela.

Langkah-langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk menggulingkan pemerintahan Maduro dan memperburuk kondisi ekonomi negara Amerika Selatan itu.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak Venezuela mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat ledakan tadi.

Sementara itu, dunia internasional menanti respons resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara kawasan terkait potensi eskalasi konflik ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan