Kolombia dan Kuba desak PBB bertindak usai AS dituding lakukan serangan militer ke Venezuela

Kolombia dan Kuba desak PBB bertindak usai AS dituding lakukan serangan militer ke Venezuela

MEDIA JABEJABE - Ketegangan di Amerika Latin kembali meningkat setelah Kolombia dan Kuba secara terbuka mengecam dugaan aksi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. Kedua negara menilai langkah tersebut berisiko memperluas konflik dan mengancam stabilitas kawasan.

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk intervensi bersenjata sepihak. Ia menilai pendekatan militer hanya akan memperburuk situasi kemanusiaan dan memperbesar dampak terhadap warga sipil Venezuela.

Petro juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa segera mengambil peran aktif. Ia meminta digelarnya pertemuan darurat untuk membahas langkah konkret guna mencegah eskalasi konflik. Pernyataan tersebut disampaikan Petro menanggapi laporan serangan militer AS ke wilayah Venezuela, dilansir dari inilah.com.

Kuba Nilai Serangan Ancam Kawasan Amerika Latin

Sikap keras juga datang dari Havana. Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyebut tindakan militer Amerika Serikat sebagai ancaman serius bagi perdamaian regional.

Ia menggambarkan kondisi Amerika Latin tengah berada dalam tekanan besar akibat penggunaan kekuatan militer. “Ini adalah serangan kriminal,” ujar Díaz-Canel, dikutip dari inilah.com, seraya menyerukan reaksi cepat dari komunitas internasional.

Pemerintah Kuba mendorong PBB dan negara-negara lain untuk tidak tinggal diam. Menurut Havana, respons global diperlukan agar konflik tidak berkembang menjadi krisis lintas negara.

Seruan Hormati Kedaulatan Venezuela

Kolombia dan Kuba sepakat menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Venezuela. Kedua negara menilai jalur dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya solusi yang dapat mencegah konflik berkepanjangan.

Menurut laporan Hürriyet Daily News, kecaman dari Bogota dan Havana mencerminkan kekhawatiran luas di Amerika Latin atas potensi instabilitas geopolitik akibat aksi militer di kawasan tersebut.

Konteks Regional yang Memanas

Reaksi keras ini muncul setelah beredar laporan tentang serangan militer AS di Venezuela, yang langsung memicu gelombang kritik dari sejumlah negara. Kekhawatiran utama tertuju pada dampak kemanusiaan dan risiko meluasnya konflik.

Hingga kini, perhatian internasional tertuju pada langkah PBB selanjutnya, apakah akan merespons seruan Kolombia dan Kuba untuk membuka ruang dialog internasional demi meredakan ketegangan.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan