Komisi III DPRD NTT Beri Peringatan ke Bank NTT, Jangan Rumitkan Kredit

Komisi III DPRD NTT Beri Peringatan ke Bank NTT, Jangan Rumitkan Kredit

Komisi III DPRD NTT Berikan Rekomendasi untuk Manajemen Bank NTT

Komisi III DPRD NTT memberikan sejumlah rekomendasi dan catatan terkait manajemen baru Bank NTT. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya mempermudah proses verifikasi kredit, terutama untuk kelompok wanita tani dan petani. Hal ini menjadi fokus utama dalam pertemuan perdana antara Komisi III dengan manajemen Bank NTT.

Kontribusi Positif Bank NTT

Meskipun manajemen baru Bank NTT baru berjalan selama dua bulan, mereka telah memberikan kontribusi positif ke PAD. Dalam waktu dua bulan, Bank NTT mampu menyumbang PAD sebesar Rp 38 miliar. Target tahun depan ditetapkan sebesar Rp 100 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Bank NTT memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian daerah.

Penyederhanaan Proses Verifikasi Kredit

Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes De Rosari, menekankan pentingnya penyederhanaan proses verifikasi kredit. Ia menilai bahwa proses tersebut tidak perlu rumit, terutama untuk kelompok yang kurang memiliki akses ke informasi keuangan. Komisi III juga menyarankan agar penyaluran kredit produktif ditingkatkan, karena hal ini lebih berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Kerja Sama dengan Bank Jatim

Komisi III DPRD NTT meminta agar Bank NTT tetap berkoordinasi dengan Pemerintah dalam kerja sama dengan Bank Jatim. Mereka menyarankan agar durasi kerja sama tidak melebihi lima tahun, sehingga Bank NTT dapat mulai mandiri setelahnya. Selain itu, komisi juga menekankan pentingnya pengurangan biaya operasional hingga 85 persen, agar anggaran dapat digunakan secara efisien.

Penanganan Kredit Macet dan NPL

Pihak Komisi III DPRD NTT juga menyoroti pentingnya penanganan kredit macet dan penurunan NPL (Non Performing Loan). Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah melakukan pelelangan agunan produktif. Selain itu, akan dibentuk tim khusus penagihan untuk mengatasi masalah kredit bermasalah.

Perampingan Struktur Karyawan

Dalam desain manajemen baru, Bank NTT akan melakukan perampingan struktur karyawan. Direksi Bank NTT mengakui bahwa jumlah karyawan di bank daerah tersebut cukup banyak. Oleh karena itu, rencana perampingan struktur akan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan tanggung jawab setiap bagian.

Optimisme dari Wakil Ketua Komisi III

Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Kristoforus Loko, menyampaikan apresiasi terhadap program dan rencana manajemen Bank NTT. Ia menilai jajaran baru ini dipilih dengan tepat oleh Gubernur NTT sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP). Dari pemaparan yang disampaikan, ia optimis Bank NTT bisa lebih transformatif dan mencapai tujuan yang lebih baik.

Langkah Strategis Direktur Utama

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menjelaskan beberapa langkah strategis yang akan diambil oleh manajemen baru. Fokus utama saat ini adalah memperbaiki kinerja internal, terutama terkait penanganan kredit bermasalah. Ia berencana membentuk tim khusus untuk menyelesaikan penagihan dan masalah lainnya.

Selain kredit konsumtif bagi ASN yang selama ini mendominasi portofolio, Bank NTT akan memperluas pembiayaan ke sektor kredit komersial, khususnya yang mendukung pertumbuhan UMKM. Program kredit bagi ibu-ibu pelaku usaha dan pengembangan entrepreneur lokal juga menjadi prioritas.

Pembenahan Organisasi dan Go Public

Charlie Paulus menegaskan bahwa Bank NTT akan melakukan pembenahan organisasi agar lebih ringkas dan tanggung jawab setiap bagian lebih jelas. Selain itu, rencana Go Public di tahun 2027 juga menjadi salah satu target utama.

Kerja Sama dengan Bank Jatim

Kerja sama antara Bank NTT dan Bank Jatim telah tuntas. Bank Jatim resmi menyetor penyertaan modal sebesar Rp 100 miliar kepada Bank NTT pada 30 September 2025 malam, menandai finalisasi kerja sama yang telah lama dibahas.

Target Laba dan Dividen

Terkait deviden, Bank NTT menargetkan laba tahun buku 2026 mencapai sekitar Rp 262 miliar, yang nantinya akan didistribusikan kepada para pemegang saham sesuai porsi masing-masing. Sementara untuk tahun 2025, laba kotor diperkirakan berada pada kisaran Rp 204 miliar.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan