Konsorsium AS-Jerman Bangun Pabrik Semikonduktor di Batam, Investasi US$26,73 Juta


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Konsorsium yang terdiri dari perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS) dan Jerman tengah bersiap untuk membangun industri semikonduktor skala besar di Batam, Kepulauan Riau. Proyek ini diperkirakan menyerap investasi sebesar US$ 26,73 miliar.

Dalam nilai tukar rupiah, angka tersebut setara dengan Rp 444,57 triliun, dengan asumsi kurs Jisdor BI saat ini sebesar Rp 16.632 per dolar AS. Konsorsium ini terdiri dari PT Quantum Luminous Indonesia, PT Terra Mineral Nusantara, serta Tynergy Group yang melibatkan PT Energy Tech Indonesia dan PT Essence Global Indonesia.

Proyek ini akan dimulai dengan konstruksi fasilitas industri strategis semikonduktor, hilirisasi pasir silika, serta produksi kaca di Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park, Pulau Galang, Kepulauan Riau.

Presiden Direktur Quantum Luminous Indonesia, Walter William Grieves, menjelaskan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen konsorsium dalam mempercepat realisasi investasi besar di sektor industri berbasis semikonduktor dan manufaktur kaca berteknologi tinggi.

"Pembangunan proyek ini akan kami lakukan bersama mitra lokal yaitu Kawasan Industri Wiraraja Geseip di Pulau Galang. Kami berencana untuk memulai pada awal tahun 2026 setelah mendapatkan persetujuan dari BP Batam," ujarnya dalam rilis yang disiarkan pada Selasa (2/11/2025).

PT Quantum Luminous Indonesia dan Tynergy Group telah melakukan serangkaian pertemuan dengan BP Batam mengenai kesiapan lahan, utilitas, dan dukungan infrastruktur. Proyek ini mencakup pabrik semikonduktor untuk memenuhi kebutuhan global chip dan elektronik, pabrik manufaktur solar cell dan wafer, serta pabrik hilirisasi pasir silika.

Untuk mempercepat realisasi investasi, perusahaan-perusahaan dalam konsorsium mendesak percepatan finalisasi seluruh proses perizinan agar konstruksi tahap pertama dapat segera dimulai. Mengingat proyek ini masuk dalam status PSN, perusahaan menilai percepatan izin sebagai bentuk kepastian investasi.

Selain itu, percepatan perizinan juga penting dalam kesiapan rantai pasok industri, penyerapan tenaga kerja lokal, serta transfer pengetahuan dan teknologi melalui program vokasional di perusahaan induk yang berbasis di Jerman. Perusahaan juga mengajak para stake-holder untuk dapat melihat secara langsung proses produksi yang berbasis pada perusahaan induk di Jerman maupun AS pada awal tahun 2026.

Rencana investasi Tynergy Group di Indonesia bermula dari pertemuan saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali tahun 2022, melalui diskusi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Pertemuan ini difasilitasi oleh Duta Besar Republik Indonesia di AS saat itu, Rosan Roeslani.

Pada kesempatan tersebut, stakeholders menyampaikan minat mendalam untuk mendukung penguatan supply chain global dari industri semikonduktor dan program hilirisasi.

Komitmen investasi antara Tynergy Group dengan Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park terjalin setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) saat penyelenggaraan Hannover Messe 2023 di Jerman.

Selanjutnya, terjadi penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Tynergy Group dengan PT Galang Bumi Industri selaku pengelola PSN Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park pada 12 November 2023.

Penandatanganan ini menjadi tonggak resmi komitmen perusahaan-perusahaan tersebut untuk berinvestasi dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur globalnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan