
Lampung Geh, Lampung Tengah
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya pernah menjadi sorotan publik karena tindakannya yang dianggap melanggar protokol kesehatan. Pada tahun 2021, Ardito yang saat itu menjabat sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah, sempat viral setelah ditemukan sedang bernyanyi dan berjoget tanpa menggunakan masker selama pandemi COVID-19. Dalam video tersebut juga terlihat adanya kerumunan yang tidak menjaga jarak sesuai aturan protokol kesehatan.
Peristiwa ini akhirnya mendapat tanggapan dari pihak pengadilan. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gunung Sugih Lampung Tengah memberikan vonis sanksi administratif terhadap Ardito Wijaya. Dia diwajibkan untuk membersihkan fasilitas umum di Way Pengubuan, Lampung Tengah, serta membayar denda sebesar Rp2 ribu.

Beberapa waktu kemudian, pada bulan Juli 2025, Ardito Wijaya kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini, ia tertangkap kamera sedang tidur nyenyak saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Legislatif Nasional (Balegnas) di Gedung DPR RI. Dalam video yang viral, Ardito tampak memejamkan mata dan kepala miring ke kanan, menunjukkan bahwa ia sedang dalam kondisi tidur.
Kejadian ini langsung membuat Ardito menjadi sorotan media dan netizen. Ia akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan video di akun Instagram @ardito_wijaya pada hari Rabu, (9/7/2025). Meskipun penjelasannya telah disampaikan, kasus ini tetap menjadi bahan pembicaraan publik dan mengingatkan pentingnya kesadaran akan tata krama dan etika dalam berbagai situasi resmi.
Peristiwa yang Mengundang Kontroversi
Dari dua peristiwa yang terjadi, terlihat bahwa Ardito Wijaya sering kali menjadi perhatian masyarakat. Kedua insiden tersebut tidak hanya mencerminkan kurangnya kesadaran akan protokol kesehatan, tetapi juga menunjukkan ketidaktahuan atau ketidakterlibatan dalam tugas resmi yang diemban.
Insiden Pertama: Saat Pandemi
Pada masa pandemi, kepatuhan terhadap protokol kesehatan menjadi hal yang sangat penting. Namun, tindakan Ardito dalam video tersebut justru bertentangan dengan arahan pemerintah. Hal ini menimbulkan kritik dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga yang menegakkan hukum.
Insiden Kedua: Saat Rapat DPR
Insiden kedua yang terjadi di Gedung DPR RI juga menjadi bukti bahwa kesadaran akan tata cara dalam rapat harus diperhatikan. Tidur saat rapat dapat dianggap sebagai sikap tidak hormat terhadap peserta rapat lainnya, termasuk para anggota legislatif dan tamu undangan.
Respons dan Klarifikasi
Setelah kedua peristiwa tersebut, Ardito Wijaya memberikan respons melalui media sosial. Dengan mengunggah video klarifikasi, ia berusaha menjelaskan situasi yang dialaminya. Meskipun demikian, respons tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan pro dan kontra yang muncul dari masyarakat.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Kedua insiden ini memberikan pelajaran penting bagi semua pihak, terutama bagi pejabat publik. Kesadaran akan tata krama, etika, dan kepatuhan terhadap aturan adalah hal yang sangat penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada dan kritis terhadap perilaku pejabat yang dianggap tidak sesuai dengan harapan. Dengan begitu, tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam menjalankan jabatan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar