
nurulamin.pro, TEHERAN - Gelombang protes di Iran masih terus berlanjut hingga saat ini.
Tercatat, sebanyak 544 orang tewas dalam gelombang protes anti pemerintah yang terjadi sejak akhir Desember hingga pertengahan Januari 2026 ini.
Jumlah korban tewas ini terus melonjak drastis.
Pada Sabtu (10/1/2026) lalu, korban tewas masih tercatat sebanyak 116 orang.
Namun jumlah itu melonjak drastis menjadi 544 orang berdasarkan laporan dari Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika Serikat, hingga Minggu (11/1/2026),
Jumlah korban tewas ini kemungkinan masih bisa bertambang karena sebanyak 579 laporan kematian masih dalam proses verifikasi.
Media tersebut juga melaporkan bahwa, lebih dari 10.681 warga ditangkap dan dipindahkan ke penjara di berbagai provinsi.
Sky News melaporkan, sebagian besar korban meninggal akibat tembakan peluru tajam dan peluru karet dari jarak dekat.
Pemerintah Iran sendiri sudah mematikan jaringan komunikasi di 31 provinsi.
Sementara berdasarkan tayangan televisi, puluhan kantong jenazah berada di kantor koroner.
Kemudian kerumunan orang berkumpul di luar Pusat Medis Forensik Kahrizak, menunggu untuk mengidentifikasi anggota keluarga mereka yang tewas.
Pemicu Aksi Protes
Aksi protes besar-besaran di Iran ini bermula dari melemahnya nilai mata uang rial.
Mata uang rial terus menurun sejak tiga minggu terakhir.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhirnya buka suara terkait aksi protes yang melanda negaranya.
Dalam wawancara dengan media nasional yang terkait pemerintah, Pezeshkian menyebut bahwa aksi kekerasan di Iran dilakukan oleh oknum-oknum yang memiliki kaitan dengan kekuatan asing.
Ia menuding pihak-pihak tersebut membunuh warga sipil, membakar tempat ibadah, dan merusak fasilitas publik.
“Musuh-musuh Iran sedang mencoba menabur kekacauan dan ketidaktertiban dengan memerintahkan kerusuhan,” ujar Pezeshkian.
Namun, ia juga menegaskan bahwa pemerintah siap mendengarkan suara rakyat dan berkomitmen menyelesaikan persoalan ekonomi yang menjadi pemicu keresahan.
Pezeshkian menyerukan agar masyarakat menjauh dari kelompok perusuh dan teroris, yang dianggapnya berusaha menghancurkan struktur masyarakat Iran. (*)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar