Pengawasan Lalu Lintas Digital untuk Operasi Lilin 2025

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan sistem pengawasan lalu lintas berbasis digital dalam rangka Operasi Lilin 2025. Dalam acara Media Gathering Kesiapan Operasi Lilin yang diadakan di Gedung Korlantas, Jakarta Selatan, Jumat (12/11), Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pihaknya akan menggunakan teknologi canggih seperti ETLE drone untuk memantau kepadatan arus kendaraan baik di jalan tol maupun jalur arteri selama masa mudik Natal dan Tahun Baru 2026.
Operasi Natal dan Tahun Baru tahun ini akan dikendalikan secara digital. Kami memiliki drone dan ETLE drone yang mampu mengendalikan seluruh kondisi lalu lintas di jalan tol dan jalan arteri, ujarnya.
Command Center Korlantas akan menjadi pusat pengendali utama selama operasi tersebut. Drone akan membantu petugas memantau situasi secara real time, termasuk di titik-titik rawan kepadatan seperti pelabuhan.
Termasuk di pelabuhan. Nanti pelabuhan sudah di ujung pagar, masuk ke jalan tol, itu kodenya sudah kuning, jelasnya. Jika arus kendaraan mengular hingga ke jalan tol, maka kodenya sudah merah. Artinya cara bertindaknya harus berbeda.

Menurut Agus, pemantauan dengan drone akan menentukan langkah-langkah rekayasa lalu lintas yang cepat, mulai dari pengaturan delay system hingga pengalihan kendaraan ke buffer zone.
Persiapan-persiapan operasi Natal ini tentunya skenarionya sudah siap, katanya. Jika terjadi puncak arus seperti ini, cara bertindaknya seperti itu. Namun, apabila kondisi cuaca ekstrem, kami juga akan merumuskan cara bertindak yang tepat sesuai situasi dan kondisi.
Teknologi untuk Pemantauan yang Lebih Efisien
Penggunaan drone sebagai alat pemantauan lalu lintas memberikan banyak manfaat. Dengan kemampuan untuk melacak pergerakan kendaraan secara langsung, korlantas dapat segera mengambil tindakan jika terjadi kemacetan atau kepadatan. Hal ini sangat penting terutama selama musim mudik, ketika jumlah kendaraan meningkat drastis.
Drone juga mampu mengidentifikasi titik-titik rawan kepadatan yang sulit dijangkau oleh petugas lapangan. Misalnya, di pelabuhan atau area dengan lalu lintas padat, drone bisa memberikan informasi akurat dan real-time kepada Command Center.
Selain itu, penggunaan teknologi ini juga membantu dalam pengambilan keputusan terkait rekayasa lalu lintas. Dengan data yang diperoleh dari drone, petugas dapat mengatur sistem delay atau mengarahkan kendaraan ke buffer zone untuk mencegah kemacetan lebih lanjut.
Persiapan yang Matang untuk Operasi Lilin 2025
Agus menegaskan bahwa persiapan untuk Operasi Lilin 2025 sudah dilakukan secara matang. Skenario-skenario terkait kepadatan lalu lintas telah dipersiapkan, sehingga pihak korlantas siap menghadapi berbagai kemungkinan.
Namun, ia juga menyampaikan bahwa penanganan operasi akan disesuaikan dengan situasi aktual. Misalnya, jika terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang, strategi yang digunakan akan berbeda.
Dengan kombinasi teknologi dan rencana yang matang, Korlantas Polri berharap operasi lilin 2025 dapat berjalan lancar dan aman bagi masyarakat pengguna jalan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar