Kredit dan DPK Bank Mandiri Jawa Barat Melebihi Pasar

Kredit dan DPK Bank Mandiri Jawa Barat Melebihi Pasar

Peran Bank Mandiri dalam Memperkuat Ekonomi Kerakyatan di Jawa Barat

Bank Mandiri terus memainkan peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menguatkan ekonomi kerakyatan di wilayah Jawa Barat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang bergerak pada zona positif, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan.

Pada kuartal III 2025, pertumbuhan DPK mencapai 7 persen (year on year), tumbuh di atas tingkat pasar sebesar 6,9 persen. Portofolio kredit all tumbuh 14,7 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan tingkat pasar sebesar 2,4 persen. Hal ini disampaikan oleh Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa 1, Nila Mayta Dwi Rihandjani, dalam acara Media Gathering 2025 di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/12/2025).

Tercatat hingga kuartal III 2025, Bank Mandiri region Jawa Barat mencatatkan besaran DPK sebesar Rp 64,57 triliun atau tumbuh 7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 60,35 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan yang tumbuh 3,2 persen menjadi Rp 35,17 triliun (year on year) dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp 34,08 triliun. Giro juga tumbuh cukup ekspansif sebesar 29,2 persen menjadi Rp 20,76 triliun dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 16,07 triliun.

Sementara itu, kinerja deposito mengalami penurunan sebesar 15,3 persen menjadi Rp 8,64 triliun pada kuartal III 2025, lebih rendah dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp 10,19 triliun. Namun, dana murah atau current account and saving account (CASA) tercatat pada kuartal III 2025 sebesar Rp 55,93 triliun, tumbuh 11,5 persen dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 50,16 triliun.

Untuk kinerja kredit, Bank Mandiri region Jawa Barat mencatatkan kredit all pada kuartal III 2025 sebesar Rp 61,79 triliun, tumbuh 14,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 53,88 triliun. Perinciannya, kredit wholesale tercatat sebesar Rp 28,13 triliun, tumbuh 21,6 persen dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp 23,15 triliun. Kemudian, kredit ritel pada kuartal III 2025 sebesar Rp 33,65 triliun, tumbuh 9,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 30,74 triliun.

Kualitas Kredit dan Rasio Keuangan

Mengenai key financial ratios, Nila menyebut angka Loan Deposit Ratio (LDR) Bank Mandiri region Jawa Barat (LDR BMRI R06) yakni sebesar 95,7 persen. Adapun pasar se-Jawa Barat, LDR Market Jabar pada kuartal III 2025 yakni 126,2 persen. "LDR terjaga di level 95,7 persen, tumbuh 1 bps (basis poin), CoF meningkat 14 bps," ujar Nila.

Sementara itu, mengenai aspek kualitas kredit ritel, Non Performing Loan (NPL) pada kuartal III 2025 tercatat sebesar 2,68 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 2,10 persen. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2025 yang mencapai 2,66 persen.

Sinergi dan Program Pemberdayaan

Nila menegaskan Bank Mandiri semakin memantapkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Jawa Barat. Melalui sinergi layanan finansial yang menyeluruh serta rangkaian program pemberdayaan masyarakat, Bank Mandiri terus menghadirkan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM, komunitas desa, hingga sektor-sektor unggulan daerah.

Upaya tersebut sekaligus mencerminkan peran Bank Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan yang berkelanjutan di wilayah dengan potensi ekonomi terbesar di Pulau Jawa tersebut. Nila menekankan percepatan ekonomi rakyat merupakan fokus utama perseroan.

"Fokus kami adalah memastikan layanan Bank Mandiri benar-benar relevan bagi kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah ini. Hal ini menjadi komitmen kami dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memberikan nilai tambah kepada masyarakat khususnya di wilayah Jawa Barat," ujarnya.

Digitalisasi dan Agen Finansial

Dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif, digitalisasi turut menjadi fondasi penting bagi perluasan akses layanan finansial. “Pemanfaatan Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan platform Kopra by Mandiri terbukti memperluas pasar, mempermudah transaksi, serta memperkuat literasi keuangan bagi pelaku usaha yang manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan optimalisasi Mandiri Agen di Jawa Barat terus berperan membuka akses layanan finansial bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM, memperkuat ekosistem transaksi yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan kanal digital dan kehadiran Mandiri Agen di berbagai wilayah Jawa Barat menjadi bukti perluasan layanan keuangan dapat berjalan berdampingan dengan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Program Pemberdayaan Masyarakat

Lebih lanjut, kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui rangkaian program pemberdayaan masyarakat. Hingga September 2025, Region VI/Jawa Barat Bank Mandiri menggelar 37 kegiatan UMKM, menghadirkan inisiatif Mandiri Rumah Ekspor, serta memperluas literasi dan inklusi keuangan di berbagai kota.

Program-program itu tidak hanya memperbesar kapasitas usaha, tetapi juga meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memahami rantai pasok, mengelola bisnis secara lebih profesional, dan mengakses peluang pasar yang lebih luas.

Dalam berbagai kesempatan, Bank Mandiri turut bersinergi dengan pemerintah daerah, asosiasi usaha, hingga komunitas lokal untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh pelaku ekonomi di lini paling dasar. Melalui akselerasi digital, sinergi program pemberdayaan, serta komitmen memperluas akses layanan bagi seluruh lapisan masyarakat, bank berkode emiten BMRI tersebut konsisten mempertegas kontribusinya dalam mendorong ekonomi kerakyatan di Jawa Barat, sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal yang terus berkembang.

“Seluruh upaya ini kami harap mampu membuka kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk tumbuh bersama Bank Mandiri melalui penguatan ekosistem usaha, perluasan akses finansial, dan dukungan berkelanjutan terhadap pelaku UMKM maupun komunitas desa,” kata Nila.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan