Kriminalitas Bengkulu Selatan Melonjak, 259 Kasus Tercatat Sepanjang 2025

Kriminalitas Bengkulu Selatan Melonjak, 259 Kasus Tercatat Sepanjang 2025

Ringkasan Kinerja Polres Bengkulu Selatan Tahun 2025

Polres Bengkulu Selatan mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah kasus kejahatan sepanjang tahun 2025. Dari data yang diperoleh, tercatat sebanyak 259 kasus kejahatan yang dilaporkan, dengan 172 kasus di antaranya telah diselesaikan. Peningkatan ini terjadi sebesar 10,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 2024.

Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami lonjakan drastis. Tercatat 107 kecelakaan terjadi pada tahun 2025, sedangkan di tahun 2024 hanya ada 54 kasus. Angka ini menunjukkan adanya pergeseran pola keamanan dan keselamatan di wilayah tersebut.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Awilzan menjelaskan bahwa kenaikan jumlah kasus kejahatan tidak lepas dari berbagai faktor, seperti faktor ekonomi, pengaruh lingkungan, serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Hal ini memaksa aparat kepolisian untuk terus beradaptasi baik dari sisi kemampuan personel maupun pemanfaatan teknologi dalam menangani masalah keamanan.

Jenis-Jenis Kasus yang Terjadi

Dalam rilis akhir tahun yang dipimpin langsung oleh Kapolres Awilzan, beberapa jenis kasus kejahatan yang meningkat adalah:

  • Pencurian dengan pemberatan (Curat): 63 kasus
  • Pencurian dengan kekerasan (Curas): 4 kasus
  • Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor): 29 kasus
  • Penganiayaan: 26 kasus
  • Pembunuhan: 3 kasus
  • Perlindungan anak: 28 kasus
  • Penipuan: 14 kasus
  • Penyalahgunaan senjata api atau kepemilikan senjata api ilegal: 1 kasus

Selain itu, tingkat penyelesaian perkara atau crime clearance rate juga mengalami peningkatan, berkat kerja keras seluruh personel Polres Bengkulu Selatan.

Strategi Penanganan Kriminalitas

Untuk menekan angka kriminalitas, Polres Bengkulu Selatan melakukan berbagai langkah strategis, antara lain:

  • Peningkatan patroli rutin: Baik siang maupun malam hari.
  • Penguatan peran Bhabinkamtibmas: Di desa-desa untuk memperkuat komunikasi antara polisi dan masyarakat.
  • Pelaksanaan operasi kepolisian: Yang menyasar penyakit masyarakat.
  • Edukasi dan sosialisasi hukum: Kepada pelajar dan masyarakat umum.

Kapolres Awilzan menekankan bahwa pencegahan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, melaporkan setiap kejadian mencurigakan, dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Kecelakaan Lalu Lintas yang Meningkat

Selain kriminalitas, kecelakaan lalu lintas juga menjadi perhatian serius. Dalam satu tahun terakhir, tercatat 107 kecelakaan, meningkat dari 54 kecelakaan pada tahun 2024. Akibat kecelakaan tersebut, terdapat 19 korban meninggal dunia, 31 luka berat, dan 41 luka ringan.

Kapolres Awilzan menyebutkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah ketidakpatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Masih banyak warga yang tidak menggunakan helm atau kelengkapan keselamatan lainnya. Yang lebih memprihatinkan adalah banyaknya orang tua yang membiarkan anak di bawah umur membawa kendaraan sendiri, yang sering kali menjadi pemicu fatalitas kecelakaan.

Penangkapan Narkoba

Selain itu, Polres Bengkulu Selatan juga berhasil memberantas narkoba sepanjang tahun 2025. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) mencatat sebanyak 17 kasus, meningkat dari 14 kasus pada tahun 2024.

Barang bukti yang diamankan cukup beragam, mulai dari sabu seberat 119,73 gram, ganja 98,71 gram, hingga ribuan butir obat-obatan berbahaya jenis Samcodin sebanyak 1.530 butir yang kerap disalahgunakan oleh remaja.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan