Krisis The Fed: Jerome Powell terjerat ancaman dakwaan pidana

JAKARTA, nurulamin.pro - Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengumumkan bahwa Departemen Kehakiman AS (DOJ) telah menyampaikan grand jury subpoenas (panggilan sidang besar) kepada The Fed.

Powell juga diancam dengan kemungkinan dakwaan pidana terkait kesaksiannya di depan Komite Perbankan Senat pada Juni 2025.

Pengumuman ini menggegerkan dunia keuangan global karena merupakan langkah langka dan belum pernah terjadi dalam sejarah modern lembaga itu.

Panggilan itu berkaitan dengan kesaksian Powell soal proyek renovasi gedung-gedung historis The Fed senilai sekitar 2,5 miliar dollar AS, yang telah menjadi sorotan publik dan politisi karena pembengkakannya dari perkiraan awal.

Namun Powell menyatakan dalam pernyataan resmi bahwa penyelidikan ini bukanlah tentang renovasi atau pengawasan kongres, melainkan cerminan ketegangan tajam antara independensi Federal Reserve dan tekanan politik dari administrasi presiden.

Ancaman dakwaan terhadap Powell

Dalam pernyataan tertulisnya yang diunggah di laman resmi The Fed, Minggu (11/1/2026) waktu setempat, Powell menyatakan bahwa ini adalah ancaman dakwaan kriminal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Itu bukan tentang kesaksian saya Juni lalu atau tentang renovasi gedung. Itu adalah konsekuensi dari Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami tentang apa yang akan melayani publik, bukan mengikuti preferensi Presiden," tutur Powell.

Ia juga menekankan komitmennya terhadap independensi kebijakan moneter.

“Ini tentang apakah The Fed akan dapat terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah sebaliknya kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan atau intimidasi politik," kata Powell.

Powell, yang telah menjabat di bawah empat pemerintahan berbeda, baik Partai Republik maupun Demokrat, menyatakan ia akan melanjutkan tugasnya dengan integritas dan fokus pada mandat The Fed, yaitu stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum.

Latar belakang ketegangan Trump dan Powell: renovasi gedung The Fed hingga kebijakan suku bunga

Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Powell sudah terjadi sejak lama, namun apa yang mendasarinya?

1. Renovasi gedung The Fed

Proyek renovasi dua gedung bersejarah The Fed di Washington DC yang dimulai sekitar 2022 ini telah membengkak biayanya menjadi sekitar 2,5 miliar dollar AS, sekitar 700 juta dollar AS lebih tinggi dari estimasi awal.

Biaya tambahan ini dipicu oleh faktor-faktor seperti inflasi, kenaikan biaya tenaga kerja dan material, persyaratan keamanan yang lebih tinggi, serta kondisi tak terduga seperti kontaminan di lokasi konstruksi.

Dokumen perencanaan awal menyebutkan fitur-fitur seperti area makan pribadi dan teras atap, yang kemudian dibantah Powell saat memberikan kesaksian pada Juni 2025, ia mengatakan bahwa “marmer lama digunakan kembali bila memungkinkan” dan desain mewah telah dihapus dari rencana final.

Namun sejumlah politisi menilai pernyataannya kurang akurat, memicu kritik dan tuntutan agar DOJ menyelidiki lebih jauh.

2. Meningkatnya tekanan politik

Semakin memanasnya konflik ini tidak terlepas dari hubungan yang tegang antara Powell dan Trump.

Trump secara terbuka sering mengkritik Powell karena dianggap “terlalu konservatif” dalam menurunkan suku bunga.

Pemerintahan Trump ingin suku bunga diturunkan lebih cepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sementara Powell menekankan keputusan harus berdasarkan data ekonomi dan bukan tekanan politik.

Trump bahkan mengancam akan mengusulkan gugatan hukum terhadap Powell pada akhir Desember 2025, dan secara terbuka menyatakan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan The Fed.

Reaksi dan kekhawatiran pelaku pasar

Langkah DOJ ini telah memicu kekhawatiran pasar global mengenai stabilitas independensi bank sentral, sebuah prinsip yang dihormati di sebagian besar negara maju sebagai pilar kebijakan ekonomi yang kredibel.

Analis pasar melihat potensi konsekuensi serius jika kebijakan moneter AS mulai terlihat dipengaruhi oleh tekanan politik jangka pendek.

Beberapa indikator pasar pun menunjukkan reaksi awal: futures saham AS turun, nilai tukar dollar AS melemah, sementara harga emas melonjak sebagai respons terhadap ketidakpastian meningkat.

Selain itu, analis ABC News menyebut ancaman terhadap Powell sebagai eskalasi dramatis dan berisiko merusak kepercayaan global terhadap lembaga-lembaga institusional AS, termasuk sistem keadilan dan bank sentralnya.

Selain itu, lembaga pemeringkat dan analis keuangan internasional kini memantau situasi ini karena keputusan The Fed terkait suku bunga AS berdampak luas pada pasar global, termasuk arus modal, nilai tukar, dan biaya pinjaman internasional.

Aspek hukum: apa yang sedang diselidiki DOJ?

Penyelidikan DOJ, yang disetujui oleh Jaksa untuk Washington DC Jeanine Pirro, diarahkan pada kemungkinan pernyataan palsu atau menyesatkan kepada Kongres terkait proyek renovasi gedung The Fed.

Untuk dakwaan pidana seperti itu di bawah hukum federal, jaksa harus dapat menunjukkan bahwa pernyataan yang dibuat sengaja dibuat dengan pengetahuan bahwa itu palsu, dan berdampak signifikan terhadap fungsi publik.

Dilaporkan bahwa belum ada dakwaan resmi yang diajukan. Yang ada hanyalah subpoena dan penyelidikan lanjutan.

Sejumlah pakar hukum menilai bahwa ini bukan sekadar prosedur administratif, tetapi langkah yang jarang dilakukan terhadap pejabat tingkat tinggi bank sentral, terutama ketika dakwaan belum difinalisasi.

Hal ini memperdalam kekhawatiran akan motif politik di balik penyelidikan tersebut.

Respons politik atas penyelidikan terhadap Powell

Tanggapan politik terhadap krisis ini juga terbagi. Beberapa anggota Kongres, termasuk Senator Partai Republik Thom Tillis, mengecam langkah DOJ dan menyatakan akan memblokir semua pengangkatan Federal Reserve baru hingga isu ini terselesaikan.

Menurut Tillis, tindakan ini dipandang sebagai ancaman terhadap independensi lembaga yang selama ini dijaga ketat dalam sistem ekonomi AS.

Trump sendiri menyatakan kepada media bahwa ia “tidak tahu apa-apa tentang tindakan DOJ ini,” namun ia mengkritik Powell secara terbuka.

Trump pun mempertahankan bahwa kepemimpinan Powell rendah performanya, tanpa secara tegas membantah penyelidikan tersebut.

Peter Conti-Brown, sejarawan Federal Reserve di University of Pennsylvania, menyebut tindakan ini sebagai titik terendah dalam sejarah bank sentral AS jika motivasi politik memang mendasari penyelidikan terhadap Powell.

“Kongres tidak merancang The Fed untuk mencerminkan fluktuasi harian presiden, dan karena The Fed telah menolak upaya Presiden Trump untuk menjatuhkan The Fed, ia melancarkan kekuatan penuh hukum pidana Amerika terhadap ketuanya," jelas Conti-Brown.

Apa artinya untuk ekonomi global?

Independensi bank sentral adalah fondasi penting dalam kebijakan ekonomi modern di negara-negara maju.

Tujuannya adalah memungkinkan bank sentral menetapkan suku bunga tanpa campur tangan politik jangka pendek, sehingga menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Ancaman terhadap independensi ini dapat menimbulkan ketidakpastian pasar yang signifikan.

Sebagai bank sentral dari ekonomi terbesar di dunia, keputusan suku bunga The Fed memiliki dampak lintas-batas.

Ketidakpastian terhadap independensi Powell dapat memperbesar volatilitas aset berisiko, menekan investor mencari instrumen aman, dan bahkan mempengaruhi kebijakan moneter bank sentral lain.

Bank-bank sentral Eropa, Jepang, dan Australia memantau situasi ini dengan saksama karena perubahan arah suku bunga AS sering kali mempengaruhi arus modal, nilai tukar, dan kondisi likuiditas global.

Kasus ini menandai salah satu momen paling mengguncang dalam sejarah Federal Reserve.

Ancaman dakwaan terhadap Jerome Powell tidak hanya berdampak pada kariernya, tetapi juga mengguncang prinsip independensi lembaga moneter yang telah menjadi landasan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi makro AS dan global.

Seiring penyelidikan yang masih berlangsung dan proses hukum yang belum jelas, pasar dan pembuat kebijakan di seluruh dunia akan terus mengamati dinamika ini.

Bagaimana The Fed mempertahankan kredibilitasnya dalam menghadapi tekanan eksternal akan menentukan arah kebijakan moneter dan kepercayaan pasar dalam jangka menengah dan panjang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan