Krisis Tunggal Putra Korea Selatan di Tengah Dominasi An Se-young

An Se-young Memimpin Dominasi Tunggal Putri, Korea Selatan Menghadapi Krisis di Sektor Tunggal Putra

An Se-young, pebulu tangkis andalan Korea Selatan, saat ini memimpin dominasi sektor tunggal putri di dunia. Performa luar biasanya telah mengukir berbagai gelar juara dalam beberapa turnamen bergengsi pada tahun 2025. Dengan rekor yang sangat menjanjikan, An Se-young berhasil meraih 11 gelar juara sepanjang musim ini.

Beberapa turnamen yang sukses ia raih antara lain Malaysia Open 2025, India Open 2025, Orleans Masters 2025, All England 2025, Indonesia Open 2025, Japan Open 2025, China Masters 2025, Denmark Open 2025, French Open 2025, Australia Open 2025, dan BWF World Tour Finals 2025. Total pertandingan yang ia ikuti mencapai 77 kali, dengan 73 kemenangan dan hanya empat kekalahan.

Kemenangan yang diraih An Se-young mencapai tingkat 94,8 persen, melebihi catatan dua legenda bulu tangkis dunia, yaitu Lin Dan (China) dan Lee Chong Wei (Malaysia), yang masing-masing memiliki tingkat kemenangan sebesar 92,7 persen. Prestasi ini membuktikan bahwa An Se-young adalah salah satu atlet terbaik di sektor tunggal putri.

Meski begitu, di balik kesuksesan An Se-young, Korea Selatan menghadapi krisis di sektor tunggal putra. Tidak ada pemain tunggal putra Korea Selatan yang mampu masuk peringkat 30 besar dunia. Jeon Hyeok Jin menjadi pemain dengan ranking tertinggi, saat ini menempati posisi 35 dunia dengan total poin 40.169.

Kesenjangan ini disadari oleh Park Joo-bong, kepala pelatih pelatnas bulu tangkis Korea Selatan. Ia menyatakan akan melakukan reformasi sistem pelatihan untuk meningkatkan kualitas pemain. Salah satu langkah yang akan diambil adalah menambah jumlah pelatih dari tujuh menjadi sembilan orang. Selain itu, intensitas pelatihan di Perkampungan Atlet Jincheon juga akan ditingkatkan.

Park Joo-bong menjelaskan, "Pemain level menengah lemah. Jika kita terus bergantung terlalu banyak pada pemain tertentu, akan ada kesenjangan besar dalam pengembangan bakat selama masa transisi setelah pensiun mereka."

Ia juga merencanakan jangka panjang dengan memperluas tim pelatih menjadi dua orang per disiplin, dengan total lebih dari sepuluh orang. Tujuan utamanya adalah agar para atlet memahami pentingnya latihan dan manfaat yang diperoleh darinya.

"Kami tidak melakukan latihan yang membuang waktu. Kami ingin para atlet memahami mengapa latihan ini diperlukan dan apa yang dapat saya peroleh darinya. Hanya dengan begitu mereka akan secara spontan mengimbangi," ujar Park.

Saat ini, pemusatan latihan bulu tangkis Korea Selatan sudah dimulai. Hal ini dilakukan mengingat agenda padat pada tahun 2026 yang menanti. Diawali dengan Malaysia Open 2026 yang masuk kalender BWF World Tour Super 1000, berlangsung pada 6-11 Januari di Axiata Arena, Kuala Lumpur.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan