
Kehadiran Kristo Kabelen dalam Struktur PDIP Flores Timur
Kristo Kabelen, sosok muda asal Flores Timur, kini resmi menjadi bagian dari jajaran pengurus inti Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur periode 2025–2030. Penetapan dirinya sebagai Wakil Ketua Bidang Jaminan Sosial, Hukum, dan Advokasi diumumkan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP se-Daratan Flores–Lembata yang digelar di Graha Ristela, Jalan El Tari, Kecamatan Ende Tengah, Sabtu, 29 November 2025.
Konfercab tersebut menjadi momen penting bagi PDIP untuk menyegarkan struktur organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi internal di wilayah kepulauan Flores dan Lembata. Dengan kehadiran wajah-wajah baru seperti Kristo, partai ini berupaya membangun fondasi yang lebih kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sosok Muda dengan Latar Belakang Hukum
Kristo Kabelen bukan nama asing di kalangan aktivis hukum muda Nusa Tenggara Timur. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum dan Magister Hukum dari Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta Timur. Pengalamannya sebagai advokat muda menjadikannya figur yang dinilai tepat untuk mengisi posisi strategis di tubuh partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa, 2 Desember 2025, Kristo menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
“Ini bukan hanya soal kepercayaan, tapi juga tanggung jawab besar. Saya siap bekerja maksimal agar fungsi pelayanan hukum dan jaminan sosial partai benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Kristo.
Fokus pada Isu Sosial dan Perlindungan Hukum
Kristo menekankan bahwa PDIP sebagai partai yang berpihak pada wong cilik harus terus hadir di tengah persoalan rakyat. Ia menyebutkan bahwa bidang yang diembannya akan fokus pada isu-isu strategis seperti:
- Perlindungan hukum bagi masyarakat kecil
- Pendampingan terhadap kelompok rentan
- Penguatan akses terhadap jaminan sosial
Menurutnya, kehadiran partai tidak boleh hanya terasa saat pemilu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Mengutip Pesan Ketua DPC: “Bukan Jabatan, Tapi Pengabdian”
Dalam kesempatan yang sama, Kristo mengutip pesan Ketua DPC PDIP Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, yang disampaikan saat Konfercab. Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh kader partai.
“Kita bukan hanya bicara soal jabatan, tapi bagaimana kita bisa terus hadir dan bekerja untuk rakyat,” ujar Kristo, menirukan pesan Anton Hadjon.
Kristo menyatakan bahwa prinsip tersebut akan menjadi pedoman dirinya dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Jaminan Sosial, Hukum, dan Advokasi.
Komposisi Baru, Semangat Baru
Di bawah kepemimpinan Anton Hadjon, PDIP Flores Timur melakukan penyegaran struktur dengan menghadirkan wajah-wajah baru yang dinilai lebih inklusif dan adaptif terhadap dinamika politik ke depan.
Kristo menilai bahwa formasi baru ini mencerminkan semangat regenerasi dan keterbukaan partai terhadap talenta muda yang memiliki komitmen terhadap perjuangan rakyat.
“Kami siap melangkah lebih jauh untuk mengawal aspirasi masyarakat dan menjaga posisi politik PDIP di tingkat lokal maupun nasional,” ucap Kristo optimistis.
Konsolidasi Politik Menuju 2029
Langkah PDIP Flores Timur dalam merombak struktur kepengurusan juga dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi kontestasi politik 2029. Dengan menggabungkan pengalaman kader senior dan semangat kader muda, partai ini berupaya memperkuat basis massa dan memperluas jangkauan pelayanan politiknya.
Kristo Kabelen, dengan latar belakang hukum dan pengalaman advokasi, diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan partai di tingkat daerah.
Masuknya Kristo Kabelen dalam jajaran pengurus PDIP Flores Timur menjadi sinyal kuat bahwa partai ini tengah serius membangun struktur yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Dengan semangat muda dan komitmen terhadap isu sosial, Kristo diyakini akan membawa warna baru dalam pelayanan hukum dan advokasi partai di Flores Timur.
“Kami ingin PDIP benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai partai politik, tapi sebagai rumah perjuangan rakyat,” tutup Kristo.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar