Kritik Dana Desa, Warga Garut Dihakimi Keluarga Kades: Mau Viral?

Kritik Dana Desa, Warga Garut Dihakimi Keluarga Kades: Mau Viral?

Ketidakterbukaan Anggaran Desa Memicu Kekerasan dan Kontroversi

Ketidakterbukaan anggaran di tingkat desa kembali menjadi sorotan setelah sebuah kejadian yang menimpa seorang warga di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Kejadian ini terjadi setelah warga tersebut memberikan kritik terhadap realisasi dana desa yang dinilai tidak sampai ke masyarakat.

Bukannya mendapatkan jawaban yang transparan, warga tersebut justru mengalami intimidasi dari keluarga Kepala Desa (Kades). Dalam video yang beredar di akun Instagram @garut_digitalid pada Minggu (4/1/2026), tampak anak Kades mendatangi korban dengan nada menantang.

"Mau tenar di media sosial? Sudah jago? Mau apa?" hardik anak Kades tersebut sementara korban hanya bisa terdiam di bawah tekanan. Aksi ini menunjukkan adanya ketidaknyamanan yang dialami oleh warga yang berani menyampaikan kritik terhadap pengelolaan dana desa.

Tidak hanya itu, anggota keluarga Kades lainnya juga tertangkap kamera melontarkan kata-kata kasar dan mempertanyakan motivasi korban dalam mengunggah kritik tersebut. Aksi "geruduk" ini sontak memicu amarah netizen dan membuat publik semakin mendesak pemerintah provinsi Jawa Barat untuk segera turun tangan.

Tuntutan Publik untuk Transparansi Dana Desa

Publik kini mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera memeriksa penggunaan dana desa di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan karena kuatnya dugaan adanya praktik korupsi yang ditutupi dengan intimidasi terhadap warga yang berani bersuara.

Beberapa isu yang muncul antara lain:

  • Adanya dugaan penyalahgunaan dana desa yang tidak sesuai dengan rencana awal.
  • Kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran desa.
  • Tidak adanya mekanisme pengaduan yang efektif bagi warga yang merasa dirugikan.

Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bahwa ketidakterbukaan anggaran dapat memicu konflik dan ancaman terhadap hak asasi manusia. Warga yang ingin menyampaikan pendapat harus dilindungi, bukan justru diintimidasi.

Pentingnya Partisipasi dan Transparansi

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk memastikan bahwa uang yang digunakan benar-benar bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat. Tanpa partisipasi, dana desa rentan disalahgunakan dan tidak sampai kepada penerima yang sebenarnya.

Transparansi juga menjadi kunci utama dalam pengelolaan dana desa. Dengan transparansi, masyarakat dapat memantau penggunaan dana dan memberikan masukan jika ada hal yang tidak sesuai. Ini akan membantu mencegah adanya praktik korupsi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Langkah yang Harus Diambil

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak mereka dalam mengakses informasi anggaran desa.
  • Membentuk lembaga pengawas independen yang dapat memantau penggunaan dana desa.
  • Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara mengajukan pengaduan dan mengakses informasi anggaran.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ketidakterbukaan anggaran desa dapat diminimalisir dan masyarakat dapat lebih percaya pada sistem pemerintahan desa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan