Kronologi Penangkapan Presiden Maduro dan Istrinya oleh Pasukan AS

Kronologi Penangkapan Presiden Maduro dan Istrinya oleh Pasukan AS

Penangkapan Presiden Venezuela oleh Pasukan AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan operasi penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, di Caracas pada Sabtu (3/1/2026). Operasi ini dilakukan dengan bantuan pasukan Delta Force AS yang bekerja sama dengan intelijen selama beberapa bulan sebelumnya.

Rencana Operasi “Operation Absolute Resolve”

Operasi rahasia yang diberi kode “Operation Absolute Resolve” dimulai pada Jumat (2/1/2026) malam. Sejumlah helikopter dan pesawat lepas landas dari 20 pangkalan AS menuju Venezuela. Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyatakan bahwa helikopter AS dilindungi oleh drone, jet tempur, dan pesawat pengebom untuk menonaktifkan pertahanan udara Venezuela.

Pasukan Delta Force AS sudah memantau aktivitas Maduro sejak Agustus 2025. Pemantauan ini melibatkan pengamatan terhadap pergerakan dan gaya hidup presiden tersebut. Setelah itu, operasi penangkapan dijalankan dengan persiapan matang, termasuk rencana untuk menghadapi kemungkinan perlawanan dari pihak Venezuela.

Proses Penangkapan

Pada pukul 02.00 WITA, Maduro dan Cilia Flores berhasil ditangkap di kediamannya di Caracas. Saat pasukan tiba di lokasi, helikopter sempat mendapat tembakan. Trump menyebut bahwa Maduro mencoba melarikan diri ke ruang aman berbahan baja, tetapi gagal karena pasukan AS bertindak cepat.

“Pintunya tebal dan berat. Dia sempat sampai pintu, tapi tidak bisa menutupnya,” ujar Trump. Ia menambahkan, jika pun Maduro berhasil masuk, pasukan AS bisa membuka pintu dalam 47 detik.

Setelah penangkapan, Maduro dan Cilia Flores dibawa keluar Venezuela menggunakan helikopter dan pesawat AS, dengan perlindungan pesawat tempur dan drone. Pasukan AS kembali ke pangkalan masing-masing pukul 03.29 pagi waktu setempat.

Alasan Penangkapan

Menurut pemerintah AS, Maduro dan istrinya ditangkap atas tuduhan perdagangan narkoba, senjata, dan alat peledak. Mereka akan diadili di AS. Namun, pemerintah Venezuela mengecam tindakan ini sebagai penculikan dan pelanggaran kedaulatan.

Tanggapan dari Pemerintah Venezuela

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengecam tindakan AS. Ia menyebut Maduro sebagai satu-satunya presiden sah Venezuela dan menilai penangkapan sebagai penculikan ilegal.

“Bebaskan segera Maduro dan istrinya. Ini serangan terhadap kedaulatan Venezuela,” ujar Rodríguez dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah.

Komentar dan Reaksi Internasional

Reaksi internasional terhadap penangkapan ini sangat beragam. Beberapa negara mengecam tindakan AS, sementara yang lain mendukung langkah tersebut sebagai upaya untuk menghentikan aktivitas ilegal yang dilakukan oleh pemerintah Venezuela. Organisasi internasional seperti PBB juga mengeluarkan pernyataan, menyerukan dialog antara AS dan Venezuela untuk menyelesaikan konflik ini secara damai.

Dampak bagi Hubungan Internasional

Penangkapan ini diprediksi akan memengaruhi hubungan diplomatik antara AS dan Venezuela. Dugaan adanya dukungan dari pihak tertentu di pemerintah Venezuela untuk operasi ini semakin memperkuat spekulasi tentang konspirasi internal yang terjadi di negara tersebut.

Tantangan dan Perspektif Masa Depan

Dalam jangka panjang, penangkapan ini akan menjadi titik awal baru dalam hubungan antara dua negara. Pemerintah AS mungkin akan lebih aktif dalam mengambil tindakan terhadap pemimpin yang dianggap melanggar hukum internasional, sementara Venezuela akan berusaha membangun kembali citra dan kepercayaan internasional.

Selain itu, isu hak asasi manusia dan kebebasan politik di Venezuela akan kembali menjadi topik utama dalam diskusi global. Pemimpin-pemimpin dunia akan mengamati bagaimana situasi ini berkembang dan apa langkah-langkah yang akan diambil oleh pihak terkait.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan