
Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS
Polisi telah menangkap HA, terduga pelaku pembunuhan anak dari seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Cilegon, Banten. Peristiwa ini terjadi setelah pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat dan melakukan penangkapan terhadap tersangka.
Menurut Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid, penangkapan dilakukan saat HA sedang melakukan pencurian di salah satu rumah di wilayah Cilegon pada Jumat (2/1/2026). "Kemarin terakhir Jumat melakukan pencurian, dan akhirnya tertangkap," ujarnya dalam dialog Kompas Petang.
Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat kepada polsek Cilegon. Setelah menerima informasi tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan terduga pelaku masih berada di dalam rumah. "Informasi di TKP tersebut menyebutkan bahwa pelaku masih ada di dalam rumah. Kami mendobrak pintu dan menyisir semua kamar-kamar dalam rumah, dan ternyata betul pelaku masih ada di dalam rumah," tambahnya.
Pembantu rumah tangga yang melihat pelaku melalui CCTV kemudian memberi tahu dan sempat mengejar. Namun, karena anggota kami sudah berada di lokasi, Alhamdulillah berhasil mengamankan pelaku tersebut.
Setelah penangkapan, pihak kepolisian menyerahkan terduga pelaku ke petugas Resmob Cilegon untuk pengembangan lebih lanjut. Dalam proses pengembangan, HA mengakui bahwa dirinya adalah pelaku pembunuhan anak dari politikus PKS tersebut. "Ketika anggota kami melakukan penangkapan, setelah kurang lebih 45 menit diamankan di TKP dibantu warga, kemudian datang Resmob Polres ke TKP. Karena keterbatasan anggota kami, sehingga anggota kami menyerahkan kepada Resmob Polres untuk dikembangkan," jelasnya.
Selain pengakuan pelaku, pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang memiliki kesesuaian dengan kasus pembunuhan tersebut.
Latar Belakang Kasus
Sebelumnya, anak dari politikus PKS Maman Suherman yang berusia 9 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Cilegon, Banten, pada 16 Desember 2025. Saat ditemukan, korban dalam kondisi berlumuran darah dengan sejumlah luka akibat senjata tajam.
Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama menyebutkan bahwa CCTV di TKP yang tidak aktif sejak 2023 menjadi salah satu kendala dalam penyelidikan kasus ini. Selain itu, kata Yoga, satpam atau sekuriti tidak berjaga selama 24 jam di lokasi kejadian serta faktor cuaca saat kejadian juga mempersulit proses pengusutan.
"Perlu diinformasikan, sebelum terjadinya kejadian dalam keadaan hujan, setelah kejadian pun dalam keadaan hujan cukup lebat, sehingga jejak-jejak yang keluar pun sulit diidentifikasi, pada malam TKP kita sempat datangkan unit K9," jelasnya.
Untuk membantu proses identifikasi di TKP, polisi kemudian melibatkan pihak Pusident dan Puslabfor. Proses penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap fakta-fakta terkait pembunuhan tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar