Ringkasan Berita:
- Soal dan kunci jawaban IPAS kelas 6 halaman 103
- Mengamati peristiwa nyata yang mencerminkan dinamika sosial dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun
- Sepulang sekolah, Aga bermain badminton bersama teman-teman di lapangan komplek rumahnya
nurulamin.proDalam buku IPAS Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI, siswa tidak hanya mempelajari konsep ilmu pengetahuan, tetapi juga diajak memahami kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang sarat nilai, tradisi, dan kearifan lokal.
Melalui Bab 4 tentang kearifan lokal, khususnya pada kegiatan Ayo, Mengamati: Kasus 2 di buku IPAS kelas 6 halaman 103, siswa diajak mengamati peristiwa nyata yang mencerminkan dinamika sosial dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Kegiatan ini melatih siswa berpikir kritis, melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang, serta menumbuhkan sikap bijak, toleran, dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.
Berikut kunci jawaban IPAS kelas 6 halaman 103 Kurikulum Merdeka
Ayo, Mengamati
Kasus 2
Sepulang sekolah, Aga bermain badminton bersama teman-teman di lapangan komplek rumahnya. Saking asyiknya bermain, Aga baru sadar kalau suasana mulai redup menandakan hari menjelang malam. Aga pun mengajak teman-temannya untuk mengakhiri permainan dan pulang. Tetapi beberapa temannya menolak karena permainan mereka sedang seru-serunya.
"Main menjelang malam tidak baik, teman-teman. Sebentar lagi magrib. Kata nenekku, menjelang magrib banyak jin yang keluar," ujar Aga mengingatkan. Tetapi teman-temannya menertawakan dan mengatakan kalau larangan itu mitos. Larangan itu ada, karena dulu tidak ada penerangan seperti sekarang. Jadi suasana akan sangat gelap. Kalau sekarang, mereka bermain di lapangan kompleks yang terang oleh pencahayaan lampu yang memang dipasang di sana. Aga pun ragu. Ia ingat pesan neneknya. Ia berpendapat bahwa penjelasan temannya bisa dipahami. Akhirnya, ia memutuskan untuk melanjutkan bermain bersama teman-temannya.
Diskusikan kembali bersama teman sebangkumu mengenai:
1. Apakah kamu setuju dengan keputusan Aga? Jelaskan alasanmu!
Jawaban:
Kami kurang setuju dengan keputusan Aga yang memilih melanjutkan bermain.
Walaupun alasan teman-temannya masuk akal karena lapangan sudah terang oleh lampu, Aga seharusnya tetap menghargai nasihat neneknya.
Selain itu, waktu menjelang magrib adalah waktu untuk bersiap pulang, beristirahat, mandi, dan menjalankan ibadah bagi yang beragama Islam. Pulang lebih awal juga lebih aman dan membuat orang tua tidak khawatir.
2. Apakah di keluargamu memiliki larangan yang sama?
Jawaban:
Di keluarga kami, sebagian besar memiliki larangan yang sama, yaitu tidak boleh bermain di luar rumah saat menjelang magrib.
Orang tua biasanya menyarankan agar anak-anak sudah berada di rumah sebelum magrib untuk mandi, makan, dan beribadah.
3. Apa pendapatmu tentang larangan bermain menjelang magrib?
Jawaban:
Menurut kami, larangan bermain menjelang magrib tidak hanya soal mitos, tetapi juga mengandung nilai kebaikan.
Larangan ini mengajarkan kedisiplinan waktu, menjaga keselamatan, dan menghormati waktu ibadah. Meskipun sekarang penerangan sudah baik, kebiasaan pulang sebelum magrib tetap bermanfaat.
4. Tuliskan hasil diskusimu dari contoh kasus 1 dan 2 lalu presentasikan di depan kelas!
Jawaban:
Dari contoh kasus ini, kami menyimpulkan bahwa:
- Nasihat orang tua dan orang yang lebih tua sebaiknya didengarkan.
- Bermain memang penting, tetapi harus tahu waktu.
- Menjelang magrib adalah waktu yang baik untuk berada di rumah bersama keluarga.
- Tradisi dan kebiasaan lama sering kali memiliki tujuan yang baik bagi keselamatan dan pembentukan karakter anak.
Disclaimer:
- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.
(Tribunnews.com/Farra/nurulamin.pro/Rafida Zukhrufi)
Jangan lewatkan berita-berita nurulamin.protak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar