
Peran Riset dalam Kehidupan dan Warisan Dr. Boenjamin Setiawan
Pesan penting tentang kepentingan riset menjadi inti dari warisan yang ditinggalkan oleh mendiang Boenjamin Setiawan, pendiri PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF). Pesan tersebut disampaikan oleh istri almarhum, dr. Poppy Setiawan, saat menerima penghargaan BIG 40 Awards yang diberikan oleh Bisnis Indonesia pada Senin (8/12/2025). Penghargaan ini diberikan kepada dr. Boen untuk kategori Pharmaceutical Innovation Founder and Visionary.
Poppy Setiawan menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada suaminya. Dengan tangan yang bergetar, ia mengungkapkan pesan-pesan yang sering disampaikan oleh almarhum selama hidupnya. Menurut Poppy, dr. Boen selalu menekankan bahwa inovasi dan riset adalah inti dari kemajuan perusahaan maupun masyarakat.
"Almarhum selalu mengingatkan baik sebagai pribadi maupun kepada masyarakat agar inovasi di bidang ilmu pengetahuan selalu dikembangkan secara berkelanjutan. Kerja sama antara academic, business, dan government harus selalu dibina untuk kemajuan bangsa," ujarnya.
Dr. Boen meninggal dunia pada 4 April 2023 di usia ke-90 tahun setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra dan dimakamkan di San Diego Hill, Karawang pada Sabtu, 8 April 2023.
Perjalanan Karier dan Kontribusi di Dunia Kesehatan
Rekam jejak dr. Boen di dunia kesehatan dimulai setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia pada 1958. Sebelum itu, ia telah menamatkan SMP dan SMA di Jakarta. Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah pada 23 September 1933 ini kemudian melanjutkan studi dokter spesialis hingga gelar doktoral di University of California, AS.
Setelah menyelesaikan pendidikan, dr. Boen kembali ke Indonesia dan menjadi dosen di FK-UI. Pada 1963, ia memulai bisnis melalui PT Farmindo, namun perusahaan tersebut hanya bertahan beberapa tahun karena kurangnya pengalaman di bidang pemasaran.
Namun, dr. Boen tidak menyerah. Ia kembali mendirikan perusahaan pabrik farmasi bernama Kalbe Farma bersama lima saudaranya dan seorang teman pada 10 September 1966. Meski sempat menghadapi tantangan seperti krisis 1998, Kalbe Farma tetap bertahan berkat pinjaman dari luar negeri.
Ekspansi dan Pertumbuhan Perusahaan
Pada 1977, Kalbe Farma memperkuat bisnisnya dengan mendirikan PT Dankos Laboratories. Pada 1985, perusahaan melakukan ekspansi ke produk kesehatan melalui akuisisi PT Bintang Toedjoe serta memperkuat usaha farmasi melalui akuisisi PT Hexpharm Jaya.
Pada 1991, PT Kalbe Farma Tbk. melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham KLBF. Seiring waktu, Kalbe Farma terus berkembang melalui berbagai aksi korporasi, seperti akuisisi PT Sanghiang Perkasa pada 1992, akuisisi merek Woods dan 80% saham PT Saka Farma Laboratories pada 1997, serta akuisisi PT Renalmed Tiara Utama untuk masuk ke bidang perdagangan alat-alat kesehatan pada 2008.
Pada 2012, Kalbe Farma juga mengakuisisi 100% saham PT Hale International—perusahaan minuman kesehatan di Indonesia—dan pada tahun yang sama, melakukan akuisisi 100% saham PT Sanofi Indoneia.
Kepemimpinan dan Fokus pada Penelitian
Pada 2008, dr. Boen mundur dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris Kalbe Farma. Forbes melaporkan bahwa almarhum memilih untuk fokus pada Stem Cell and Cancer Institute.
Di usia ke-59 pada 2025, Kalbe Farma telah berkembang menjadi salah satu perusahaan farmasi dan kesehatan terbesar di Indonesia. Beberapa produk unggulan perusahaan antara lain Promag, Komix, Fatigon, dan Mixagrip. Di pasar modal, nilai kapitalisasi pasar KLBF saat ini mencapai Rp54 triliun.
Dalam kinerja keuangan, KLBF menghimpun pendapatan sebesar Rp30,45 triliun pada 2023 dan Rp32,62 triliun pada 2024. Perusahaan memiliki total aset sebesar Rp29,43 triliun.
Kekayaan dan Pengakuan
Setahun sebelum tutup usia, dr. Boen dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia oleh Forbes. Nilai kekayaan dr. Boen dan keluarga pada 2022 diestimasi mencapai US$4,8 miliar atau sekitar Rp72 triliun (asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar