
Kunjungan Presiden ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke tiga kabupaten di Provinsi Aceh yang terkena dampak banjir dan tanah longsor. Ketiga wilayah tersebut adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Bener Meriah. Ini merupakan kunjungan ketiga Presiden ke lokasi bencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebelumnya, ia juga meninjau dampak bencana di Medan, Sumatera Utara.
Dalam kunjungannya, Presiden langsung meninjau posko pengungsian dan berinteraksi dengan para korban banjir. Di lokasi pertama, ia mengunjungi para korban yang mengungsi di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang. Wilayah ini diketahui salah satu daerah paling parah terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Presiden didampingi oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal Suharyanto.
Permohonan Maaf dan Janji Pemerintah
Dalam kunjungannya, Presiden menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena jaringan listrik belum menyala. Ia mengakui bahwa kondisi di lapangan memang sangat sulit. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah pusat akan segera turun tangan membantu pemerintah daerah.
Saya minta maaf kalau masih ada yang belum. Kami sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum, ya, listrik sudah mulai? Oke. Kami berusaha. Kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit. Jadi kita atasi bersama, ujar Presiden dalam pernyataannya.
Selain itu, Presiden juga meminta anak-anak untuk bersabar. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat proses rekonstruksi agar anak-anak bisa kembali bersekolah.
Peringatan tentang Perlindungan Lingkungan
Presiden juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak menebang pohon sembarangan. Kita sekarang harus waspada, hati-hati. Kita harus jaga lingkungan kita, alam kita harus kita jaga, kita tidak boleh tebang pohon sembarangan, kata Presiden.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan. Menurutnya, kelestarian alam harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Pujian terhadap Bupati Aceh Tamiang
Presiden sempat memuji Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi karena ia merupakan pensiunan polisi bintang dua yang mau menjadi bupati. Dalam sambutannya, Presiden bertanya apakah ada jenderal polisi bintang dua lain yang juga menjadi kepala daerah di wilayah lain. Fahmi menjawab bahwa dirinya adalah satu-satunya bupati dengan pangkat jenderal bintang dua.
Bintang dua mau jadi bupati, hebat sekali kau, lanjut Presiden.
Harapan bagi Korban Bencana
Dalam kunjungan ke lokasi kedua di posko pengungsian Masjid Besar Al Abrar, Presiden meminta para korban bencana untuk bersabar. Musababnya, pemerintah pusat akan membantu para korban yang terdampak bencana.
Pasti pemerintah akan turun dan akan bantu, tentunya ini yang terkena musibah. Kami juga manusia tidak punya tongkat Nabi Musa, kata Presiden.
Presiden berjanji akan membangun hunian tetap untuk korban banjir. Ia mengatakan pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran, namun membutuhkan waktu karena tidak bisa mengerjakan semuanya begitu cepat.
Kami sudah bekerja sebaik-baiknya. Saya minta ketabahan dan kesabaran. Semua pasti kami akan bantu, tenang saja, katanya.
Janji ini disampaikan Presiden saat mendengar keluhan korban bernama Raodah di Posko Pengungsian Masjid Besar Al Abrar Takengon. Roadah mengatakan warga sangat membutuhkan logistik, air bersih, listrik, hingga sinyal komunikasi.
Saya harapkan Bapak agar secepatnya membantu rumah-rumah saudara saya yang terkena musibah. Saya berharap ya Pak, kata Raodah.
Prioritas Keselamatan Rakyat
Sebelumnya, dalam rapat terbatas terkait penanganan dan pemulihan bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Ahad, 7 Desember 2025, Presiden menekankan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas tertinggi. Sementara ihwal distribusi bantuan, kepala negara menegaskan bahwa kebutuhan pokok masyarakat terdampak tiba tepat waktu kepada masyarakat.
Jangan sampai ada yang dibutuhkan rakyat tidak sampai, saya kira obat-obatan harus segera, prioritas. Segala kebutuhan bisa segera saja obat-obatan itu, ucap Presiden dalam ratas yang digelar di Aceh.
Jumlah korban meninggal dalam banjir Sumatera kini hampir tembus 1.000 jiwa. BNPB mencatat, jumlah korban jiwa pada bencana itu mencapai 995 orang per Jumat, 12 Desember 2025.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar