
Perubahan di Puncak Kepemimpinan Chelsea
Chelsea kembali mengalami perubahan besar dalam struktur kepemimpinannya. Baru saja dinobatkan sebagai pelatih terbaik bulan November, Enzo Maresca justru didepak tepat di awal tahun 2026. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena performa yang sebelumnya cukup baik.
Alasan resmi yang diberikan oleh klub adalah penurunan performa dalam beberapa laga terakhir. Namun, ada informasi yang menyebutkan bahwa penyebab utamanya adalah konflik internal antara Maresca dan para petinggi klub. Masalah ini terkait dengan intervensi besar-besaran dari manajemen terkait keputusan medis dan transfer pemain. Maresca merasa bahwa mereka terlalu campur tangan dalam pengambilan keputusan tentang komposisi pemain, yang menurutnya lebih berorientasi pada "jualan" investasi daripada kesehatan tim secara keseluruhan.
Meskipun penurunan performa dalam tujuh laga terakhir menjadi alasan permukaan, keretakan hubungan di balik layar disinyalir menjadi penyebab utama. Hal ini membuat perhatian beralih pada sosok Liam Rosenior, yang digadang-gadang akan menjadi pengganti Maresca.
Munculnya nama Rosenior semakin memperkuat indikasi bahwa pemilik Chelsea, Todd Boehly, lebih menyukai profil pelatih yang "mudah dibentuk" dan minim pengalaman gelar. Hal ini seolah menegaskan pergeseran nilai di tubuh The Blues; dari klub yang haus trofi menjadi entitas yang lebih fokus pada manajemen aset pemain.
Catatan enam pelatih dalam kurun waktu kurang dari empat tahun menjadi alarm keras bagi siapa pun yang duduk di kursi panas tersebut. Jika manajemen tidak segera mengubah cara mereka memperlakukan nakhoda tim, Rosenior—atau siapa pun penggantinya—hanya akan menjadi angka berikutnya dalam statistik pemecatan Chelsea yang semakin panjang.
Perjalanan Karier Maresca
Enzo Maresca memiliki latar belakang yang kuat dalam dunia sepak bola. Ia pernah menjadi asisten Pep Guardiola saat Manchester City meraih gelar treble pada musim 2022-23. Kesuksesan tersebut turut mendongkrak pamor Maresca, yang kemudian memutuskan untuk melanjutkan karier sebagai pelatih kepala di Leicester City, sebelum akhirnya bergabung dengan Chelsea.
Selama 18 bulan menukangi Chelsea, Maresca tergolong sukses. Pada musim pertamanya atau musim 2024-2025, ia berhasil membawa Chelsea finis di posisi keempat klasemen Liga Inggris. Posisi tersebut membuat Chelsea otomatis lolos ke Liga Champions 2025-2026.
Maresca juga berhasil memenangkan dua gelar, yakni UEFA Conference League dan Piala Dunia Klub. Sementara pada musim keduanya, ia sempat membawa Chelsea bersaing dengan Arsenal dan Manchester City di papan atas. Namun, rentetan hasil mengecewakan menyebabkan Chelsea kini merosot ke posisi kelima.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar