Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo menelepon Sufmi Dasco Ahmad saat rapat DPR–Pemerintah di Banda Aceh
- Wagub Aceh meminta diskresi agar efisiensi anggaran Aceh dikembalikan
- Menkeu Purbaya menyebut dana tersedia, namun menunggu persetujuan Presiden
- Prabowo menyetujui permintaan, anggaran Aceh 2026 dipastikan penuh seperti tahun lalu
nurulamin.pro – Suasana rapat koordinasi DPR RI dan Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026), awalnya berjalan formal dan terukur.
Slide anggaran berganti, suara paparan terdengar datar, hingga sebuah momen tak terduga memotong alur rapat, yakni telepon Presiden Prabowo Subianto berdering di tengah forum.
Panggilan itu masuk ke ponsel Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, tepat saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang memaparkan alokasi anggaran penanganan bencana untuk wilayah Sumatera.
Beberapa peserta rapat spontan saling menoleh. Ritme birokrasi mendadak melambat, menunggu satu keputusan.
Permintaan Aceh Menggema di Ruang Rapat
Momen krusial itu berawal dari penyampaian Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.
Dengan nada lugas, ia menyampaikan kegelisahan daerah yang selama ini bergulat dengan efisiensi anggaran.
“Pak Menteri, kami mohon efisiensi yang untuk Aceh agar bisa dikembalikan untuk tahun 2026,” ucap Fadhlullah di hadapan forum, dilansir nurulamin.prodari Tribunnews.
Permintaan itu bukan sekadar angka.
Di baliknya ada proyek, layanan publik, dan pemulihan daerah yang menunggu kepastian.
Purbaya merespons dengan penjelasan teknis, yang terdengar melegakan, sekaligus menggantung.
“Tapi ini kan dananya udah ada nih. Jadi dana bukan kendala,” kata Purbaya.
Namun, satu kalimat berikutnya mengingatkan batas kewenangan: keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.
Kurang dari Satu Menit yang Mengubah Arah
Dalam suasana yang mencair, Purbaya melontarkan pernyataan setengah bercanda namun sarat makna, Dasco punya jalur cepat ke Presiden.
Kalimat itu seolah memberi isyarat bahwa solusi ada di depan mata.
Dasco pun merespons tanpa banyak kata. Ia meraih ponselnya, menunggu sambungan, lalu mendekat ke Purbaya.
Beberapa detik kemudian, telepon itu telah tersambung langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Percakapan berlangsung kurang dari satu menit.
Tak ada pidato, tak ada diskusi panjang.
Hanya komunikasi singkat di balik layar, yang efeknya terasa seketika.
Anggaran Sudah Aman
Usai menutup sambungan, Purbaya berdiri dan menyampaikan hasilnya ke forum.
Kalimatnya sederhana, tapi dampaknya besar.
“Jadi clear, jadi untuk tahun ini anggaran anda akan penuh seperti tahun lalu, tidak dipotong. Jadi dapat Rp 1,7 (triliun) kalau enggak salah,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan itu adalah arahan langsung Presiden.
“Barusan Pak Ketua sudah telepon dan Pak Presiden bilang setuju. Jadi aman anda semuanya,” tambah Purbaya.
Di titik itu, rapat bukan lagi sekadar forum koordinasi.
Ia berubah menjadi saksi bagaimana keputusan politik tertinggi bisa lahir dari satu percakapan singkat, dan bagaimana Aceh, dalam hitungan menit, mendapatkan kepastian anggaran yang selama ini ditunggu.
Sosok Sufmi Dasco
Sufmi Dasco Ahmad adalah Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.
Ia lahir di Bandung, tanggal 7 Oktober 1967. Dilansir dari laman DPR RI, Dasco menempuh dua kali pendidikan S1.
Gelar S1 pertama ia dapatkan saat menjalani perkuliahan di Fakultas Elektro Universitas Pancasila tahun 1985-1993.
Ia lalu menempuh pendidikan S1 yang kedua di Fakultas Hukum Universitas Jakarta pada 2005-2009.
Sejak saat itu, Dasco pun memilih fokus untuk mendalami ilmu hukum dengan melanjutkan magister di Universitas Islam Jakarta sampai dengan 2012 serta S3 di Universitas Islam Bandung.
Ketertarikannya terhadap hukum tak hanya terlihat dari riwayat akademis saja, tetapi juga ia salurkan melalui organisasi yang berkaitan dengan hukum.
Pada tahun 2010, Dasco dipercaya menjadi Dewan Pembina di Serikat Pengacara Rakyat.
Ia juga sempat berkecimpung di Kongres Advokat Indonesia pada 2011 sebagai Dewan Pembina.
Dasco juga pernah bekerja di biro hukum Vendetta Law Firm sebagai senior partner dari tahun 2005 hingga 2013.
Karier politik Sufmi Dasco Sepak terjang Sufmi Dasco di politik dimulai berkat kedekatannya dengan Fadli Zon.
Mereka berdua merupakan rekan bisnis.
Dikutip dari Kompas.com (2/10/2019), Dasco merupakan salah satu tokoh yang terlibat langsung dalam pendirian Partai Gerindra pada 2008.
Ia pun dipercayai menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang garuda itu.
Pada tahun yang sama, ia juga mengemban jabatan sebagai Ketua Organisasi Kaderisasi dan Kelembagaan Gerindra.
Karier politiknya semakin bersinar saat ia berhasil lolos ke Senayan sebagai anggota DPR RI saat Pemilu Legislatif 2014.
Dasco bertugas di Komisi III DPR dengan ruang lingkup kerja terkait hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.
Setelah dilantik menjadi anggota legislatif pada periode 2014-2019, ia lalu terpilih sebagai Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.
Selepas itu, jabatan Dasco di Gerindra pun berubah menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi.
Pada Pemilihan Legislatif 2019, Dasco mencoba peruntungannya kembali dengan mencalonkan diri maju di daerah pemilihan Banten III.
Selain sebagai peserta pemilu, ia memegang peranan penting di partai kala itu. Ia ditunjuk sebagai Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Gerindra.
Saat menjabat, ia pernah menjadi penjamin penangguhan penahanan Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Li Xue Ciung atau Lieus Sungkharisma setelah dilaporkan oleh warga terkait dugaan penyebaran berita bohong.
Sejak 2020 hingga kini, Dasco menjabat sebagai Ketua Harian DPP Partai Gerindra.
Melansir melalui situs dpr.go.id, berikut riwayat pendidikan, rekam jejak pekerjaan dan organisasi Sufmi Dasco Ahmad:
Riwayat Pendidikan:
SD Negeri 66 Palembang. Tahun: 1973 - 1979
SMP Negeri 43 Jakarta. Tahun: 1979 - 1982
SMA Negeri II Manado. Tahun: 1982 - 1985
Fakultas Elektro, Universitas Pancasila. Tahun: 1985 - 1993
Fakultas Hukum, Universitas jakarta. Tahun: 2005 - 2009
Fakultas Hukum, Universitas Islam Jakarta. Tahun: 2009 - 2012
Fakultas Hukum, Universitas Islam Bandung. Tahun: 2012 - 2015.
>>>Update berita terkini di Googlenews nurulamin.pro
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar