Latihan dan Jawaban Kegiatan 5 Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Halaman 124

Latihan dan Jawaban Kegiatan 5 Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Halaman 124

Analisis Sifah Tokoh dalam Cerita “Parki dan Alergi Telur”

Kegiatan 5 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 berfokus pada penokohan dalam cerita fiksi “Parki dan Alergi Telur” sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Melalui latihan ini, siswa diajarkan untuk memahami sifat-sifat tokoh melalui tindakan, latar belakang, dan karakteristiknya dalam sebuah karya sastra.

Deskripsi Tokoh Utama

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Parki, seorang siswa kelas 5 SD yang berusia sekitar 11-12 tahun. Ia digambarkan sebagai anak yang patuh namun merasa bosan karena harus mengonsumsi telur setiap hari. Dalam cerita, Parki sering kali menyembunyikan telur di bawah kasur dan mengeluh saat matanya bengkak akibat alergi. Meskipun tidak berani membantah, ia menunjukkan keinginan untuk mengubah rutinitas makanannya. Pada akhirnya, ia merasa gembira ketika dilarang makan telur oleh dokter.

Karakteristik Ibu Parki

Ibu Parki merupakan tokoh yang tegas dan penuh perhatian terhadap kesehatan anaknya. Ia digambarkan sebagai seorang ibu rumah tangga yang percaya bahwa telur adalah makanan bergizi. Tindakan yang dilakukannya seperti memasak telur setiap hari dan menjadi histeris ketika melihat mata Parki bengkak menunjukkan rasa cemas dan keyakinan akan manfaat telur. Namun, ia juga menunjukkan sikap yang agak sulit menerima pendapat dokter yang melarang pemberian telur kepada Parki.

Sifat Ayah Parki

Ayah Parki memiliki sifat yang tenang dan rasional. Ia tidak terlalu khawatir terhadap masalah kesehatan dan lebih memilih untuk mendukung keputusan dokter. Dalam cerita, ia menenangkan Ibu Parki dan mencoba memberikan perspektif yang lebih objektif terhadap situasi yang terjadi. Perilaku ini menunjukkan bahwa ia lebih mengandalkan pengalaman dan pemahaman pribadi daripada emosi dalam mengambil keputusan.

Tabel Penokohan Cerita “Parki dan Alergi Telur”

Berikut adalah tabel penokohan dari cerita “Parki dan Alergi Telur”:

  1. Nama Tokoh: Parki
  2. Identitas Diri:
    • Jenis kelamin: Laki-laki
    • Kelas: 5 SD
    • Usia perkiraan: 11-12 tahun
    • Tempat ditemukan: paragraf 3, 25, dan 32
  3. Latar Belakang/Alasan Bertindak:
    • Tindakan: Bosan makan telur setiap hari, menyembunyikan telur di bawah kasur, mengeluh saat matanya bengkak
    • Alasan: Bosan dengan menu telur, ingin variasi makanan
    • Tempat ditemukan: paragraf 1 dan 15
  4. Sifat atau Karakter Tokoh:

    • Patuh
    • Agak bosan dengan rutinitas
    • Ingin membantah tapi tidak berani
    • Merasa gembira saat dilarang makan telur
  5. Nama Tokoh: Ibu Parki

  6. Identitas Diri:
    • Jenis kelamin: Perempuan
    • Profesi: Ibu Rumah Tangga
    • Usia perkiraan: 30-37 tahun
    • Tempat ditemukan: paragraf 1, 5, 8, dan 9
  7. Latar Belakang/Alasan Bertindak:
    • Tindakan: Memasak telur setiap hari, histeris ketika melihat mata Parki bengkak, tidak setuju ketika dokter melarang memberi telur
    • Alasan: Keyakinan pada kebaikan telur sebagai makanan bergizi
    • Tempat ditemukan: paragraf 1, 4, 5, dan 9
  8. Sifat atau Karakter Tokoh:

    • Tegas
    • Percaya diri
    • Cemas terhadap kesehatan anak
  9. Nama Tokoh: Ayah Parki

  10. Identitas Diri:
    • Jenis kelamin: Laki-laki
    • Profesi: Kepala Keluarga
    • Usia perkiraan: 34-40 tahun
    • Tempat ditemukan: paragraf 10, 14, 15, dan 18
  11. Latar Belakang/Alasan Bertindak:
    • Tindakan: Tenang dan kalem saat melihat mata bengkak Parki. Mendukung keputusan dokter untuk tidak memberi telur
    • Alasan: Pengalaman pribadi dan pemahaman terhadap masalah kesehatan tertentu
  12. Sifat atau Karakter Tokoh:
    • Kalem
    • Kurang khawatir terhadap masalah kesehatan
    • Mencoba menenangkan Ibu

Manfaat Latihan Ini

Latihan ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan analitis mereka terhadap tokoh dalam karya fiksi. Dengan memahami sifat dan tindakan tokoh, siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap narasi dan pesan yang disampaikan dalam cerita. Hal ini juga membantu siswa dalam mengidentifikasi peran dan kontribusi masing-masing tokoh terhadap plot cerita.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan