
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B Diresmikan di Kayong Utara
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU) melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) secara resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B. Program ini ditujukan khusus untuk kelompok rentan gizi, yaitu Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui), dan Balita Non PAUD.
Peresmian kegiatan dilaksanakan di Posyandu Sinar Palung, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara. Program MBG 3B merupakan inisiatif Badan Gizi Nasional (BGN) yang dirancang khusus untuk mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan status gizi masyarakat di tingkat lokal.
Program ini berfokus pada intervensi gizi spesifik sejak dini, terutama dalam periode kritis 1.000 hari pertama kehidupan. Peresmian dilakukan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinkes dan KB, Susi Ariani, S.Tr. Kep., yang mewakili Kepala Dinas.
Kepala SPPG Rantau Panjang, Ahmad Muhdor, menjelaskan jumlah penerima manfaat pada tahap awal yakni, 7 Ibu Hamil (Bumil), 22 Ibu Menyusui (Busui) dan 26 Balita Non PAUD. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan nutrisi yang cukup bagi kelompok tersebut agar dapat tumbuh dengan optimal dan mengurangi risiko stunting.
Susi Ariani menegaskan komitmen penuh Pemerintah Daerah Kayong Utara dalam menyukseskan program ini. "MBG 3B selaras dengan prioritas daerah dalam upaya mencetak sumber daya manusia yang sehat dan unggul. Dinas Kesehatan dan KB berkomitmen mendukung penuh program presiden ini," tegas Susi.
Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mewujudkan Kayong Utara bebas stunting dan membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat, lembaga non-pemerintah, hingga sektor swasta dapat turut berperan aktif dalam program Makan Bergizi Gratis.
Kolaborasi lintas sektor dinilai esensial untuk mencapai target gizi nasional dan daerah. Beberapa langkah penting yang dilakukan dalam program ini antara lain:
- Penyediaan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dari Bumil, Busui, dan Balita Non PAUD.
- Pelatihan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan seimbang dan gizi yang baik.
- Koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait seperti puskesmas, posyandu, dan organisasi masyarakat setempat.
Selain itu, program ini juga akan diiringi dengan monitoring dan evaluasi rutin untuk memastikan bahwa semua penerima manfaat mendapatkan layanan yang maksimal. Dengan pendekatan yang terstruktur dan kolaboratif, diharapkan program ini mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan masyarakat di Kayong Utara.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar