
ACEH UTARA, berita
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh memastikan layanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) mulai berfungsi, meskipun belum seluruh ruangan bisa digunakan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, Jumat (12/12/2025) menyebutkan layanan kesehatan di tingkat kecamatan telah difungsikan secara minimum.
Misalnya kita fungsikan ruang unit gawat darurat (UGD) saja. Gedung lainnya masih dalam pembersihan. Susah membersihkan lumpurnya, karena listrik padam, tidak bisa kita hidupkan mesin air, kata Abdurrahan kepada berita.
Dia menyebutkan, sebagian Puskesmas seperti Puskesmas Simpang Tiga Kecamatan Langkahan, belum difungsikan. Pasalnya, petugas Puskesmas dikerahkan ke lokasi pengungsian sesuai instruksi Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil.
Sementara itu seluruh tenaga medis dan dokter di masing-masing Puskesmas telah dikerahkan ke lokasi pengungsian.
Jika masih ada lokasi yang belum dijangkau, harap kepala desa menghubungi kepala Puskesmas agar bisa dibagi tim medis ke lokasi yang belum terjangkau itu, terangnya.
Obat Mencukupi untuk Operasional Puskesmas
Dia menyebutkan, kabupaten Aceh Utara mendapat bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Sehingga dipastikan dalam satu pekan ke depan obat-obatan akan mencukupi. Obat itu umumnya digunakan untuk pengungsi seperti obat gatal, diare, demam, batuk, sesak nafas dan penyakit kulit.
Kami akan minta tambahan ke Kementerian Kesehatan RI. Sekarang detail pendataan kerusakan akibat banjir terus kami lakukan, karena 26 Puskesmas kami rusak, pungkasnya.
Peristiwa Banjir dan Longsor di Aceh
Sebelumnya diberitakan, banjir dan longsor terjadi pada 26 November 2025 di 18 kabupaten/kota di Aceh. Ratusan korban jiwa meninggal dunia hingga saat ini.
Tantangan dalam Pemulihan Kesehatan
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi infrastruktur yang rusak akibat banjir. Beberapa Puskesmas dan Pustu mengalami kerusakan parah, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup besar.
Selain itu, masalah pasokan listrik juga menjadi kendala. Tanpa aliran listrik, peralatan medis seperti mesin cuci atau pompa air tidak dapat beroperasi, sehingga proses pembersihan dan sanitasi menjadi lebih sulit.
Koordinasi antar Instansi
Dinas Kesehatan Aceh Utara terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Kementerian Kesehatan RI, untuk memastikan kelancaran operasional layanan kesehatan.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
Pengiriman bantuan obat-obatan dari provinsi
Penugasan tenaga medis ke lokasi pengungsian
* Pemetaan kerusakan bangunan dan fasilitas kesehatan
Kesiapan Tim Medis
Meski sebagian Puskesmas masih dalam kondisi tidak sepenuhnya berfungsi, tim medis tetap siap memberikan layanan kesehatan dasar.
Beberapa layanan yang sudah berjalan meliputi:
Pelayanan kesehatan darurat
Pemeriksaan kesehatan umum
* Distribusi obat-obatan untuk pengungsi
Pemantauan dan Evaluasi
Dinas Kesehatan Aceh Utara juga melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi kesehatan di daerah-daerah yang terkena dampak banjir.
Tujuannya adalah untuk mengetahui kebutuhan masyarakat dan menyesuaikan penyaluran bantuan.
Kesiapan Masyarakat
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan aktif dalam memperoleh informasi tentang layanan kesehatan.
Jika ada lokasi yang belum terjangkau oleh tim medis, kepala desa diminta untuk segera menghubungi pihak Puskesmas agar dapat dikoordinasikan.
Langkah Jangka Panjang
Selain upaya darurat, pemerintah setempat juga sedang merancang langkah jangka panjang untuk memperbaiki infrastruktur kesehatan yang rusak.
Ini termasuk perbaikan gedung, pengadaan peralatan baru, dan pelatihan tenaga medis untuk menghadapi bencana serupa di masa depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar