Lebih Cepat Daripada Kedipan Mata, Ini Cara Kerja Airbag Mobil


Bayangkan Anda sedang mengemudi, tiba-tiba terjadi benturan. Anda mungkin akan berkedip, tetapi kedipan belum selesai, dan kantung udara sudah mengembang untuk melindungi Anda. Itulah gambaran kecepatan kerja dari kantung udara mobil.

Kantung udara mobil dapat mengembang dalam waktu 20 hingga 50 milidetik. Waktu ini jauh lebih cepat dibanding kedipan mata manusia yang rata-rata memerlukan sekitar 100 hingga 400 milidetik. Sistem ini dirancang agar bekerja lebih cepat dari kedipan mata, sehingga bisa melindungi pengemudi sebelum mereka menyadari adanya kecelakaan.

Kantung udara yang mengembang dengan cepat bertujuan untuk mengurangi cedera bagi pengemudi sebelum tubuhnya terbentur benda keras. Namun, fakta di lapangan tidak semudah itu. Ketika terjadi tabrakan, semua objek di dalam mobil tetap bergerak dengan kecepatan yang sama akibat inersia.


Misalnya, saat pengemudi melakukan pengereman mendadak, tubuhnya akan terdorong ke depan. Hal ini terjadi karena tubuh ingin tetap bergerak sesuai kecepatan mobil. Inersia adalah sifat alami yang membuat benda tetap bergerak jika tidak ada gaya yang menghentikannya.

Kantung udara bekerja melalui mekanisme sensor, inflator, dan Air Control Unit (ACU). Saat terjadi benturan, sensor langsung mengirim sinyal ke ACU, kemudian diteruskan ke inflator yang terletak di setir atau dasbor untuk mengaktifkan kantung udara.

Setiap jenis kantung udara memiliki waktu pengembangan yang berbeda-beda, tergantung pada lokasi dan jenis benturan. Kantung udara bagian depan biasanya mengembang dalam waktu 20-30 milidetik. Jika kantung udara berada di samping, maka akan aktif dalam waktu 10-20 milidetik. Untuk kantung udara tirai, proses pengembangan terjadi dalam 20-30 milidetik. Sementara itu, kantung udara lutut akan mengembang dalam waktu 30-40 milidetik jika mendeteksi benturan.


Kantung udara di samping cenderung mengembang lebih cepat dibanding kantung udara depan. Alasannya, benturan dari samping memberi waktu yang jauh lebih singkat sebelum penumpang mengenai pintu atau pilar.

Nah, bagaimana proses terjadi selama pengembangan kantung udara yang lebih cepat dari kedipan mata? Berikut ini tahapan yang terjadi:

  • Deteksi benturan (0-10 milidetik): Sensor mendeteksi perlambatan cepat
  • Mengirim sinyal (10-15 milidetik): ACU menentukan pengembangan airbag
  • Inflator aktif (10-20 milidetik): Peledak kecil mengaktifkan natrium azida
  • Pengisian gas (20-30 milidetik): Reaksi kimia membuat nitrogen mengisi airbag
  • Airbag mengembang (30-50 milidetik): Airbag aktif untuk melindungi pengemudi

Setiap tahap dalam proses ini sangat penting untuk memastikan bahwa kantung udara bekerja secara efektif dan tepat waktu, sehingga bisa memberikan perlindungan maksimal kepada pengemudi dan penumpang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan