Legenda MotoGP ungkap permainan kotor Valentino Rossi yang terbalaskan Marc Marquez

nurulamin.proLegenda MotoGP, Sete Gibernau, mengungkap permainan kotor Valentino Rossi saat bersaing dengannya yang terbalaskan oleh Marc Marquez.

Sete Gibernau merupakan salah satu rival sengit Valentino Rossi di MotoGP era 2003 dan 2004.

Mantan pembalap asal Spanyol itu beberapa kali terlibat persaingan sengit dengan The Doctor di lintasan.

Selama dua tahun tersebut, Gibernau konsisten menempel Rossi di peringkat dua klasemen akhir MotoGP.

Akan tetapi, momentumnya dihancurkan oleh permainan kotor Rossi pada 2005.

Gibernau terlibat duel sengit dengan Rossi hingga tikungan terakhir di MotoGP Spanyol 2005.

"Ya, dia menabrak saya di tikungan terakhir," kata Gibernau dikutip nurulamin.prodari Moto.it.

"Saya akhirnya keluar jalur. Ya (saya finis kedua), tetapi dia tidak menerima hukuman apa pun."

"Saat itulah saya mulai kehilangan kepercayaan pada olahraga ini," jelasnya.

Gibernau seperti frustasi dengan regulasi MotoGP kala itu.

Hingga akhirnya prestasi pembalap kelahiran 19 Desember 1972 itu menurun ketika hijrah ke Ducati.

"Selalu seperti ini. Pada tahun 2003, Vale dan aku, pada tahun 2004 Vale dan aku, dan pada tahun 2005 lagi."

"Dan aku tidak mengerti bagaimana bisa, ini bukan olahraga kontak fisik,"

"Aku tidak mengerti bagaimana bisa."

"Ada hal-hal yang terjadi di kejuaraan, hal-hal yang terjadi secara internal dan segalanya, dan aku benar-benar kehilangan kendali."

"Aku mulai kehilangan ilusi untuk balapan," paparnya.

Saat dirinya mulai meninggalkan MotoGP, gaya balap agresif Rossi telah ditirukan generasi pembalap muda.

"Semua orang berani saat mengendarai motor MotoGP."

"Moto3, Moto2, MotoGP, dari pembalap pertama hingga terakhir."

"Anda tidak bisa menunjuk ke TV dan mengatakan betapa beraninya pembalap ini karena menabrak pembalap lain."

"Karena jika saya seorang ayah yang menonton, saya tidak ingin putra saya berada di kejuaraan seperti itu."

"Karena keberanian bukan tentang memukul orang lain. Jika kamu ingin melakukan itu, pergilah bertinju."

"Dari seorang pria seperti Valentino, yang merupakan seorang superstar, mengapa menerima ini? Menurut saya, itu salah."

"Dia tidak perlu melakukan itu. Banyak hal telah terjadi sejak saat itu karena langkah itu [di Jerez pada tahun 2005]. Karena orang-orang melihatnya dan berkata, 'Inilah cara yang tepat untuk melakukannya'," tuturnya.

Rossi pun terkena senjata makan tuan ketika dipecundangi Marc Marquez pada awal kemunculannya di MotoGP.

Puncaknya kedua pembalap itu terlibat ketegangan pada MotoGP 2015 hingga sekarang.

Gibernau yang sejatinya masih punya kontrak dengan Ducati memilih mundur dari balapan setelah melihat permainan-permainan kotor tersebut di lintasan.

"Lalu Marc (Marquez) melakukannya pada orang ini (Rossi), dan orang lain melakukannya pada orang yang lain lagi, dan Anda terbunuh dalam balapan."

"Ini sudah berbahaya. Kita harus menjauhinya."

"Dan itulah mengapa saya tidak pernah mengerti, dan saya sampai pada titik di mana saya berkata, 'Wah, ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan saya'."

"Dan saya meninggalkan dunia balap dan pensiun padahal masih ada satu tahun lagi kontrak saya dengan Ducati," pungkasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan