Lemas Sukardi, Tukang Parkir yang Kehilangan Anaknya Akibat Tumor Pembuluh Darah

Lemas Sukardi, Tukang Parkir yang Kehilangan Anaknya Akibat Tumor Pembuluh Darah

Kisah Siswi SMP di Indramayu yang Mengidap Tumor Pembuluh Darah

Keysa Agustina, seorang siswi kelas 9 SMP asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini tengah menghadapi kondisi kesehatan yang semakin memburuk akibat tumor pembuluh darah. Kondisi ini mulai muncul sejak ia lahir, dengan bintik kecil menyerupai tahi lalat yang awalnya tidak terlihat sebagai tanda penyakit serius. Namun, seiring waktu, benjolan tersebut berkembang menjadi tumor yang berdampak signifikan pada kesehatannya.

Kini, Keysa mengalami nyeri hebat di lutut kirinya, yang semakin membesar dan menyebabkan kesulitan dalam bergerak. Ia juga mengeluhkan sesak napas saat rasa sakit itu kambuh. Meski sedang merasakan rasa sakit yang begitu kuat, Keysa tetap berusaha tegar. Ia bahkan masih berharap bisa segera pulih agar dapat melanjutkan pendidikannya, terlebih ujian sekolah semakin dekat.

“Harapan saya hanya ingin sembuh,” ujar Keysa dengan suara lemah saat ditemui di rumahnya di Blok Karang Baru, Desa/Kecamatan Widasari. Ia juga bercerita tentang impian masa depannya untuk menjadi seorang dokter, sehingga bisa membantu orang lain yang mengalami kondisi serupa.

Awal Mula Penyakit Terungkap

Ayah Keysa, Sukardi (47), menjelaskan bahwa tanda-tanda tumor sudah terlihat sejak anaknya lahir. Pada awalnya, bintik kecil di tubuh Keysa tidak menimbulkan kekhawatiran. Namun, ketika ia duduk di kelas 3 SD, kondisi tersebut memburuk hingga harus dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah sempat mereda, tumor kembali kambuh dan memburuk dalam satu bulan terakhir.

Sukardi mengatakan bahwa Keysa sering menangis karena tidak mampu menahan rasa sakit yang terus-menerus. Meskipun proses pengobatan tidak terkendala biaya karena Keysa terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, masalah muncul ketika kondisi Keysa dinilai parah dan harus dirujuk ke RS Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta.

Masalah utama bagi keluarga adalah biaya akomodasi dan perjalanan ke luar kota. Sukardi, yang bekerja sebagai tukang parkir, tidak mampu menanggung biaya tersebut. Akibatnya, ia harus meminta bantuan dari tetangga dan memviralkan cerita Keysa di media sosial.

Harapan Keluarga untuk Bantuan Pemerintah

Setelah kisah Keysa viral dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah, harapan untuk pengobatan semakin terbuka. Pemerintah daerah memberikan bantuan dengan memfasilitasi keberangkatan Keysa berobat ke Solo pada Senin (15/12/2025). Selain itu, santunan juga diberikan untuk biaya selama menjalani perawatan. Bantuan serupa juga datang dari Dandim 0616/Indramayu.

“Saya yang tadinya putus asa, gak ada harapan, tapi semuanya demi anak. Saya bersyukur banget, terima kasih untuk bapak camat, pak kuwu, pak Dandim, semuanya,” ujar Sukardi dengan penuh rasa syukur.

Informasi Tentang Tumor Pembuluh Darah

Menurut informasi dari AloDokter, tumor pembuluh darah adalah benjolan yang muncul akibat pertumbuhan sel abnormal pada pembuluh darah. Kondisi ini bisa muncul di kulit maupun organ dalam dan umumnya tidak bersifat ganas. Meski demikian, tumor pembuluh darah tetap perlu ditangani dengan segera agar komplikasi dapat dicegah.

Pembuluh darah merupakan bagian dari sistem sirkulasi tubuh manusia yang berfungsi untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan mengangkut darah dari seluruh tubuh menuju jantung. Jika terdapat gangguan pada pembuluh darah, masalah kesehatan pun dapat muncul. Salah satu gangguan yang bisa terjadi adalah tumor pembuluh darah.

Tumor pembuluh darah bisa dialami oleh siapa saja, termasuk bayi dan anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan benjolan berwarna kemerahan atau kebiruan, serta kadang terasa nyeri jika menekan jaringan di sekitarnya. Tumor jenis ini bisa bersifat jinak maupun ganas. Pada kasus jinak, pertumbuhannya cenderung lambat dan tidak berbahaya, tetapi pada kasus ganas, sel-sel tumor dapat menyebar dan merusak jaringan di sekitarnya.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih serius.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan