
Kondisi Kota Bandung Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengungkapkan bahwa selama masa libur Natal dan Tahun Baru, kondisi Kota Bandung berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Evaluasi lapangan menunjukkan tidak ada permasalahan signifikan sepanjang masa liburan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kepadatan pengunjung di sejumlah titik wisata dan pusat keramaian masih dalam batas wajar. Penanganan kebersihan juga dinilai berlangsung cepat dan efektif. “Jika dibandingkan tahun sebelumnya, dari sisi kebersihan sudah jauh lebih baik. Pembersihan dimulai sejak pukul 04.00 WIB dan sekitar pukul 06.00 WIB kondisi kota sudah kembali bersih,” ujarnya saat memberikan keterangan di Mal Pelayanan Publik Kota Bandung, Jalan Cianjur, Jumat, 2 Januari 2026.
Iskandar menambahkan bahwa Pemkot Bandung melakukan koordinasi intensif dengan unsur Forkopimda, mulai dari Kapolres, Dandim, Denpom, hingga Kejaksaan. Koordinasi tersebut memastikan pengamanan dan pelayanan masyarakat berjalan optimal di seluruh titik keramaian. “Secara koordinasi dan kondisi di lapangan, semuanya berjalan baik,” katanya.
Sektor Pariwisata dan Pelayanan Publik sebagai Tulang Punggung PAD
Iskandar menyebut sektor pariwisata dan pelayanan publik masih menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. Meski laporan resmi jumlah kunjungan wisatawan masih menunggu data dari Dinas Pariwisata, indikator ekonomi menunjukkan tren yang positif.
“Saya melihatnya dari sisi pendapatan pajak. Data sementara dari Bapenda sudah mencapai sekitar 90 persen. Artinya, pendapatan Kota Bandung tidak mengalami penurunan,” jelasnya.
Menurutnya, ketergantungan Kota Bandung pada sektor jasa dan pariwisata membuat tingginya kunjungan wisatawan berdampak langsung pada pendapatan daerah, terutama dari pajak hotel, restoran, dan sektor pendukung lainnya.
Target Pendapatan Daerah yang Terus Meningkat
Iskandar juga memaparkan bahwa target pendapatan daerah Kota Bandung terus meningkat. Pada 2024, target pendapatan berada di kisaran Rp2,6 triliun, sedangkan pada 2025 naik menjadi sekitar Rp3,3 triliun. “Saat ini realisasi sudah di atas Rp3 triliun. Capaian ini turut ditopang oleh penerimaan PKB dan BBNKB. Jika dibandingkan, pendapatan masih relatif stabil,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa kebijakan pembatasan di pertengahan tahun, seperti pembatasan kegiatan hotel dan studi banding dari luar daerah, sempat berdampak pada pendapatan. Namun kondisi tersebut tertutupi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisatawan di akhir tahun.
Inovasi Pelayanan Publik di Kota Bandung
Di sisi pelayanan publik, Iskandar menilai kualitas layanan Pemkot Bandung terus mengalami peningkatan. Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah hadirnya Mal Pelayanan Publik (MPP) yang kini dilengkapi fasilitas balai pernikahan.
“Balai pernikahan di MPP hanya ada di Kota Bandung dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Dalam tiga bulan terakhir, sekitar 200 pasangan telah dilayani,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa inovasi tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot Bandung dalam menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan terintegrasi. “Ke depan, pelayanan publik di Kota Bandung harus terus meningkat, seiring penyesuaian struktur organisasi dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar