Libur Natal 2025, Patung Bunda Maria Jadi Daya Tarik Wisata Rohani lintas Iman

Libur Natal 2025, Patung Bunda Maria Jadi Daya Tarik Wisata Rohani lintas Iman

Liburan Natal 2025, Patung Bunda Maria Segala Bangsa Jadi Tujuan Ziarah Umat Katolik

Momen libur Natal Tahun 2025 menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk melakukan ziarah dan kunjungan rohani ke Patung Bunda Maria Segala Bangsa yang terletak di Teluk Gurita, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Lokasi ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai daerah.

Destinasi ini terletak di wilayah perbatasan antara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL), sehingga menarik minat peziarah dari berbagai latar belakang, termasuk lintas iman dan lintas negara. Dari pantauan yang dilakukan, tampak bahwa kawasan ini ramai dikunjungi oleh para peziarah, baik dari dalam maupun luar negeri.

Banyak pengunjung berasal dari Kabupaten Belu dan sekitarnya, tetapi juga ada yang datang dari Timor Leste. Mereka memanfaatkan libur Natal untuk berziarah dan berwisata bersama keluarga. Salah satu peziarah asal Timor Leste, Wirna, mengaku bahwa kunjungannya ke Patung Bunda Maria Segala Bangsa merupakan pengalaman pertamanya yang sangat berkesan. Ia datang bersama keluarga untuk mewujudkan kerinduan yang selama ini hanya terpendam melalui foto dan video.

“Berkunjung ke tempat ini adalah sebuah impian yang selalu saya rindukan. Selama ini kami hanya melihat lewat video atau foto. Puji Tuhan, hari ini kami bisa datang langsung ke tempat ini,” ungkap Wirna. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar wisata, tetapi juga menjadi momen devosi dan doa kepada Bunda Maria. Ia mengaku terharu dapat berdoa langsung di lokasi yang selama ini dianggapnya sebagai salah satu pusat ziarah rohani yang istimewa.

“Ini suatu kebanggaan dan saya sangat terharu. Bagi saya, ini adalah momen berdevosi. Datang ke tempat ini sama artinya seperti saya datang ke Portugal atau Fatima,” tuturnya. Dalam kesempatan itu, Wirna juga memanjatkan doa khusus bagi kedamaian dunia dan masa depan negaranya, Timor Leste, terutama bagi generasi muda.

“Harapan saya sebagai umat Katolik, semoga Bunda Maria mendoakan kami sebagai perantara kepada Putra-Nya, Yesus Kristus, agar dunia diberikan kedamaian. Secara khusus bagi Timor Leste dan lebih-lebih bagi generasi muda, agar mereka mampu meneladani kehidupan Tuhan Yesus,” harapnya.

Patung Bunda Maria Segala Bangsa Sebagai Simbol Toleransi dan Persaudaraan

Sementara itu, pengunjung lainnya, Gaspar Kopong Kelen warga Atambua yang datang bersama keluarga, berharap Patung Bunda Maria Segala Bangsa Teluk Gurita dapat terus dikembangkan dan menjadi ikon wisata rohani unggulan di Kabupaten Belu, bahkan di kawasan perbatasan RI-Timor Leste. Ia menambahkan, perayaan Natal 2025 yang memperingati kelahiran Sang Juru Selamat hendaknya menjadi momentum bagi umat Katolik di Keuskupan Atambua untuk semakin meneladani peran Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, Bunda umat beriman, dan Bunda Tuhan.

“Melalui semangat Natal, kita diingatkan untuk meneladani Bunda Maria dalam iman, ketaatan, dan kasih. Semoga tempat ini semakin memperkuat iman umat dan menjadi ruang doa yang membawa damai bagi semua,” ujarnya. Ia juga menyampaikan keberadaan Patung Bunda Maria Segala Bangsa Teluk Gurita ini tidak hanya menjadi pusat ziarah umat Katolik, tetapi juga simbol toleransi, persaudaraan, dan destinasi wisata rohani yang mempersatukan masyarakat lintas iman dan lintas bangsa di wilayah perbatasan.

Pengunjung dari Berbagai Daerah

Selain umat Katolik, sejumlah umat Muslim juga terlihat mengunjungi kawasan wisata rohani tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Patung Bunda Maria Segala Bangsa tidak hanya menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik, tetapi juga menjadi tempat yang dihormati oleh masyarakat lintas agama. Para pengunjung tidak hanya berasal dari Kabupaten Belu dan wilayah sekitarnya, tetapi juga datang dari negara tetangga, Timor Leste, yang memanfaatkan libur Natal untuk berziarah dan berwisata bersama keluarga.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan