
Liburan Akhir Tahun yang Berbeda
Liburan akhir tahun 2025 yang saya rencanakan awalnya sederhana: menghabiskan waktu dengan tenang dan rileks. Namun, ternyata dua minggu ini menjadi liburan yang penuh kejutan dan pengalaman baru.
Pada hari pertama, saya puas menonton film detektif. Tapi, di hari kedua, film tersebut mulai terasa kurang menarik. Sebagai gantinya, saya memutuskan untuk belajar bahasa Prancis. Ini adalah langkah kecil yang justru membuka jalan bagi perubahan besar dalam rutinitas saya.
Di hari ketiga, saya mengakses akun nurulamin.pro. Awalnya hanya sekadar mengecek profil, tetapi lama-lama saya merasa tertarik dengan Topik Pilihan yang tersedia. Dari situ, muncul ide-ide yang ingin saya tuliskan di ruang digital. Saya sadar, ini bukan liburan yang tenang, tapi justru liburan yang menyenangkan!
Tidak disangka, tulisan pertama saya langsung dipilih sebagai Artikel Utama. Ini seperti sambutan hangat dari nurulamin.pro kepada saya, seorang yang biasanya sering curhat tetapi sudah lama vakum.
Selain terinspirasi oleh nurulamin.pro, saya juga membaca tulisan dari Tonny E. Nubatonis berjudul "Sibuk Kerja dan Tak Ada Waktu Luang Kembangkan Diri, Bisa Jadi Ini Penyebabnya...". Tulisan itu membuat saya sadar bahwa saya sudah lama tidak melatih kebiasaan menulis. Hal ini menjadi dorongan untuk kembali menulis.
Memasuki tulisan kedua, saya mengalami kebuntuan. Di titik ini, teknologi seperti ChatGPT menjadi teman yang sangat membantu. Alat ini tidak hanya membantu bertukar pikiran, tetapi juga memberikan arahan dalam menulis. Bahkan, saya bisa mengukur apakah tulisan saya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Setelah itu, proses menulis semakin lancar. Banyak ide datang dari Topik Pilihan nurulamin.pro. Beberapa ide lain muncul setelah membaca tulisan sesama Kompasianer. Contohnya, saya terinspirasi menulis tentang memijat setelah membaca artikel Mba Siska Fajarrany berjudul "Sepanjang Tahun 2025, Ribuan Screenshot Cuma Berakhir Jadi Wacana!".
Ada beberapa tangkapan layar yang ingin saya hapus dari gawai, tetapi isinya terlalu informatif. Karena artikel Mba Siska, saya jadi memiliki ide untuk mengarsipkan tangkapan layar, tautan, dan kenangan dalam satu artikel.
Saat bersilaturahmi ke Pak Syahrial, saya menemukan banyak ide menulis. Sayangnya, topik pendidikan terlalu kompleks untuk dibahas saat liburan. Jadi, saya memilih menulis secukupnya di kolom komentar.
Selama dua minggu ini, saya mendapatkan hal-hal yang bermanfaat:
- Liburan yang menyenangkan, meskipun tanpa rencana.
- Mempergunakan waktu dengan optimal.
- Bakat menulis yang kembali diasah.
- Minat bahasa yang berkembang.
- Kesehatan mental yang terjaga.
- Rasa bahagia dan puas.
Liburan akhir tahun 2025 tidak membawa saya ke tempat-tempat wisata. Tetapi, ini adalah liburan yang tidak terlupakan. Liburan yang membawa makna dalam: merawat diri sendiri. (*)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar