
Pengalaman Mencoba Mendaftar di Planetarium Jakarta
Pukul 12.50, aku dan dua keponakan sudah duduk di depan layar gawai. Kami sedang bersiap untuk mengklik link pendaftaran di Planetarium Jakarta. Rasa penasaran dan ingin mencoba hal baru selama liburan membuat kami antusias. Karena Planetarium Jakarta baru saja dibuka pada 25 Desember 2025, tepat di hari libur nasional dan libur sekolah, tak heran jika tempat ini langsung ramai dikunjungi oleh warga Jabodetabek.
Kami memilih show 3 sebagai prioritas. Show 1 terlalu pagi, sementara show 2 masih terlalu siang. Saat show 3 dibuka, kami berhasil mendaftar dengan cepat. Dengan tangan gesit, kami mengisi data diri dan berharap bisa masuk ke dalam planetarium. Namun, ternyata tidak semua yang sudah mendaftar bisa dipastikan mendapat slot tempat duduk. Masih ada satu syarat tambahan, yaitu menerima email konfirmasi dari admin. Jika tidak menerima email tersebut, maka artinya belum mendapat kesempatan untuk menonton.
Beberapa jam kemudian, email pun masuk. Tapi isinya menyedihkan. Aku tidak termasuk dalam daftar penonton karena semua slot telah penuh. Kekecewaan langsung menyergap. Kami bertiga yang sebelumnya semangat dan antusias kini justru merasa kecewa. Tiket yang sulit didapatkan, hanya dalam waktu kurang dari dua menit sudah habis, dan link tidak bisa diakses lagi. Bahkan setelah berhasil mendaftar, masih ada proses seleksi lain?
Aku berharap salah satu dari kami mungkin bisa menonton di tanggal 27 Desember. Ternyata, semua kami ditolak karena slot tempat duduk sudah penuh. Aku mulai berpikir, mengapa tidak ada pilihan untuk beralih ke show yang masih kosong, seperti show 4? Kenapa harus mendaftar ulang? Jujur, semangatku untuk liburan ke tempat baru mulai luntur. Aku hanya ingin melihat Planetarium, dan rencananya akan menulis pengalaman di sana. Tapi akhirnya yang ku tuliskan adalah cerita kekecewaan.
Saran dan Pertanyaan untuk Tim Planetarium
Dear tim Planetarium, ada beberapa saran dan pertanyaan yang muncul dalam pikiranku, dan mungkin juga banyak calon penonton yang mengalami hal serupa:
-
Batasan kuota pendaftaran: Sebaiknya kuota pendaftaran via linktree dibatasi sesuai kapasitas tempat duduk di ruang Planetarium. Karena link yang dibuka hanya dalam waktu kurang dari dua menit sudah tidak bisa diakses, itu menandakan kuota sudah penuh. Namun, jika ada orang yang berhasil mendaftar, mengapa masih dikatakan slot sudah habis?
-
Pindahkan ke show berikutnya: Jika ada penonton yang mendaftar tetapi tidak dapat slot di sesi yang dipilih, seharusnya mereka bisa dipindahkan ke show berikutnya dengan konfirmasi apakah mereka bisa datang atau tidak.
-
Harapan dan kekecewaan: Meskipun saat mendaftar tidak langsung membayar tiket, tapi ketika berhasil mendaftar, itu memberi harapan. Namun, saat diinformasikan bahwa tidak masuk slot tempat duduk, hal ini mematahkan semangat orang yang ingin berekreasi.
Planetarium bukan satu-satunya tempat wisata di Jakarta. Masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi. Namun, karena Planetarium ini baru, membuat banyak orang penasaran. Pagi ini, aku melihat informasi terbaru tentang pendaftaran via website untuk show hari minggu. Apakah kali ini bisa atau justru tertolak lagi? Tak bisa berharap tinggi-tinggi.
Dear Kompasianer, pernahkah kamu kecewa dengan suatu sistem? Ku rasa sebagai WNI kita semua pasti memiliki pengalaman seperti ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar