Lima Kabupaten dengan Pengangguran Terendah di Jawa Tengah, Termasuk Tetangga Wonosobo

Lima Kabupaten dengan Pengangguran Terendah di Jawa Tengah, Termasuk Tetangga Wonosobo

Kabupaten-Kabupaten dengan Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah di Jawa Tengah

Di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompetitif, sejumlah daerah di Jawa Tengah justru berhasil menunjukkan performa positif dalam menjaga stabilitas pasar tenaga kerja. Meskipun angka pengangguran terbuka di tingkat provinsi masih berada di kisaran 4,66 persen, beberapa kabupaten mampu menekan angka tersebut hingga jauh di bawah rata-rata. Kondisi ini menarik perhatian karena memberikan gambaran tentang efektivitas kebijakan daerah dalam menciptakan lapangan kerja dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal.

Apa Itu Pengangguran Terbuka?

Pengangguran terbuka adalah kondisi ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, atau sedang mempersiapkan usaha baru. Kelompok ini termasuk mereka yang tersedia untuk bekerja, tetapi belum mendapatkan kesempatan kerja. Data pengangguran terbuka menjadi indikator penting untuk mengetahui sejauh mana pasar tenaga kerja dapat menyerap angkatan kerja di suatu wilayah.

Penyebab pengangguran terbuka cukup beragam, mulai dari ketidaksesuaian keterampilan (mismatch) dengan kebutuhan industri, minimnya lapangan kerja baru, hingga perlambatan ekonomi. Di beberapa daerah, faktor geografis dan akses terhadap pendidikan juga mempengaruhi tingkat pengangguran.

Top 5 Kabupaten dengan Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah di Jawa Tengah 2025

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, berikut lima kabupaten dengan tingkat pengangguran terbuka terendah di Jawa Tengah, diurutkan dari posisi kelima hingga pertama.

5. Kabupaten Grobogan 3,12 Persen

Grobogan menempati posisi kelima dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,12 persen. Angka ini masih jauh lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi. Perkembangan sektor pertanian, perdagangan lokal, serta industri kecil diduga menjadi faktor yang mendorong stabilnya penyerapan tenaga kerja di wilayah ini.

4. Kabupaten Boyolali 2,97 Persen

Boyolali konsisten menjadi salah satu daerah dengan iklim investasi yang cukup stabil di Jawa Tengah, terutama melalui sektor peternakan, industri pengolahan, dan pariwisata. Keberagaman sektor ekonomi inilah yang membuat tingkat pengangguran terbuka hanya berada pada angka 2,97 persen.

3. Kabupaten Rembang 2,9 Persen

Di posisi ketiga terdapat Kabupaten Rembang dengan tingkat pengangguran terbuka 2,9 persen. Sektor industri pengolahan, pertambangan, dan perikanan menjadi pilar penting yang terus berkembang. Upaya pemerintah daerah dalam memperluas investasi turut mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja.

2. Kabupaten Temanggung 2,31 Persen

Temanggung yang merupakan kabupaten tetangga Wonosobo berhasil menekan angka pengangguran hingga 2,31 persen. Sektor perkebunan tembakau dan hortikultura masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah ini. Selain itu, pertumbuhan UMKM yang signifikan membantu menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

1. Kabupaten Wonogiri 2,16 Persen

Menduduki posisi pertama sebagai kabupaten dengan tingkat pengangguran terbuka terendah, Wonogiri mencatatkan angka hanya 2,16 persen. Majunya sektor pertanian, perkembangan industri rumah tangga, serta meluasnya akses ekonomi di wilayah perdesaan menjadi kunci keberhasilan Wonogiri dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Mengapa Pengangguran Terjadi dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pengangguran terbuka dapat terjadi karena kurangnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, rendahnya tingkat investasi, minimnya inovasi sektor ekonomi, hingga terbatasnya akses pendidikan dan pelatihan. Di beberapa daerah, kondisi geografis dan infrastruktur juga mempengaruhi kesempatan kerja.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menekan pengangguran terbuka antara lain:

  • Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan sertifikasi.
  • Mendorong investasi daerah, termasuk industri berbasis lokal yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
  • Pengembangan UMKM agar menjadi motor ekonomi rakyat.
  • Peningkatan infrastruktur untuk membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
  • Kolaborasi pemerintahswasta dalam menciptakan ekosistem kerja yang lebih adaptif dan modern.

Dengan strategi yang tepat, tingkat pengangguran dapat ditekan lebih rendah sehingga memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan