Lima Provinsi dengan Tingkat Kemiskinan Terendah di Indonesia Versi BPS 2025

Lima Provinsi dengan Tingkat Kemiskinan Terendah di Indonesia Versi BPS 2025

Penurunan Angka Kemiskinan di Lima Provinsi Teratas

Di tengah dinamika ekonomi nasional, capaian pengentasan kemiskinan tetap menjadi indikator utama kualitas pembangunan di berbagai daerah. Meski setiap provinsi menghadapi tantangan yang berbeda, beberapa wilayah berhasil menekan jumlah penduduk miskin hingga menjadi yang terendah secara nasional. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, lima provinsi mendominasi posisi sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit di Indonesia.

Definisi Penduduk Miskin Menurut BPS

Badan Pusat Statistik mendefinisikan penduduk miskin sebagai individu yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan tersebut mencakup kebutuhan pangan setara dengan 2.100 kilo kalori per kapita per hari serta kebutuhan nonpangan seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Dengan definisi ini, BPS menilai kemiskinan tidak hanya terkait dengan pendapatan, tetapi juga ketercukupan kebutuhan dasar untuk hidup layak.

Peringkat Lima Provinsi dengan Jumlah Penduduk Miskin Terendah

Berikut adalah peringkat lima provinsi dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit di Indonesia berdasarkan data BPS 2025:

  • Papua Barat
    Di posisi kelima, Papua Barat memiliki jumlah penduduk miskin sebanyak 110,16 ribu jiwa. Berbagai program pembangunan berbasis masyarakat dan perluasan akses layanan dasar menjadi faktor penting dalam menekan angka kemiskinan. Namun, tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah setempat.

  • Papua Barat Daya
    Papua Barat Daya berada di posisi keempat dengan angka 102,27 ribu jiwa penduduk miskin. Sebagai provinsi baru, Papua Barat Daya menunjukkan perkembangan cukup signifikan dalam layanan publik dan pembangunan sosial. Konsolidasi pemerintahan pascapemekaran serta penguatan ekonomi lokal menjadi pendukung utama tren positif tersebut.

  • Papua Selatan
    Papua Selatan menempati posisi ketiga sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit di Indonesia. Wilayah hasil pemekaran ini mencatat sekitar 92,2 ribu jiwa penduduk miskin pada 2025. Meski merupakan daerah baru yang masih menghadapi tantangan pembangunan, angka ini menunjukkan potensi besar untuk peningkatan kesejahteraan jika ditopang dengan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar yang memadai.

  • Maluku Utara
    Di peringkat kedua terdapat Maluku Utara dengan jumlah penduduk miskin sekitar 83,09 ribu jiwa. Provinsi ini selama beberapa tahun terakhir mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, terutama ditopang oleh industri pertambangan dan perkebunan. Penyebaran penduduk yang tidak terlalu padat serta meningkatnya investasi turut berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan di wilayah ini.

  • Kalimantan Utara
    Provinsi dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit di Indonesia pada 2025 adalah Kalimantan Utara, dengan total 47,83 ribu jiwa. Sebagai provinsi termuda di Pulau Kalimantan, Kaltara mampu menekan angka kemiskinan melalui pembangunan yang fokus pada infrastruktur, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta pertumbuhan ekonomi yang dipacu oleh sektor energi, perdagangan, dan perbatasan. Jumlah penduduk yang relatif kecil juga menjadi faktor pendukung capaian ini.

Tantangan Pembangunan di Lima Provinsi Teratas

Data BPS 2025 menunjukkan bahwa provinsi-provinsi dengan jumlah penduduk relatif kecil dan wilayah yang baru dimekarkan justru mendominasi daftar provinsi dengan populasi penduduk miskin terendah. Meski demikian, rendahnya angka kemiskinan tidak serta-merta menunjukkan tuntasnya tantangan pembangunan. Pemerataan layanan, akses dasar, dan peningkatan kualitas hidup masih menjadi agenda penting bagi lima provinsi tersebut.





Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan