Linda Lea Cup 2025 pecah! Duel panas di lapangan Sapu Jagat warnai peringatan adat Ngarot Desa Lelea

Linda Lea Cup 2025 pecah! Duel panas di lapangan Sapu Jagat warnai peringatan adat Ngarot Desa Lelea

nurulamin.pro – Suasana Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, mendadak bergemuruh pada Sabtu sore 3 Januari 2026. Ribuan warga tumpah ruah memadati Lapangan Bola Sapu Jagat untuk menyaksikan pertandingan bergengsi Turnamen Sepak Bola LINDA LEA CUP 2025, yang digelar dalam rangka memperingati Adat Ngarot, tradisi budaya sakral dan kebanggaan masyarakat Lelea.

Turnamen tahunan ini kembali menjadi magnet besar bagi masyarakat lokal maupun dari wilayah sekitar. Selain sebagai ajang olahraga, LINDA LEA CUP telah menjelma menjadi ruang silaturahmi, hiburan rakyat, sekaligus simbol persatuan antarwarga desa.

Antusiasme penonton terlihat sejak sore hari, ketika dua tim tangguh bersiap menjalani laga panas di tengah sorak-sorai pendukung masing-masing.

Pertandingan hari itu mempertemukan GML Lelea FC sebagai wakil tuan rumah melawan Aster FC Kandanghaur, tim tamu yang dikenal memiliki permainan cepat dan disiplin. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil menekan, memperagakan permainan keras namun tetap menjunjung sportivitas.

GML Lelea FC sempat membuka harapan publik tuan rumah dengan permainan agresif di babak pertama.

Namun Aster FC Kandanghaur mampu bangkit dan membalikkan keadaan melalui skema serangan balik yang efektif.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor akhir tercatat 2–1 untuk kemenangan Aster FC Kandanghaur, hasil yang disambut gemuruh penonton dan tetap diakhiri dengan saling berjabat tangan antar pemain.

Di balik jalannya pertandingan yang sarat tensi, unsur pengamanan dan ketertiban menjadi perhatian utama panitia.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari aparat keamanan dan pemerintah setempat guna memastikan turnamen berjalan aman dan lancar.

Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh unsur Koramil 1612/Lelea, Polsek Lelea, Pemerintah Desa Lelea, serta perwakilan masyarakat Kecamatan Lelea.

Kehadiran aparat dan perangkat desa di sekitar lapangan dinilai efektif dalam mengantisipasi potensi gangguan, terutama mengingat besarnya jumlah penonton yang hadir.

Akses keluar-masuk lapangan, area penonton, serta sekitar arena pertandingan dijaga dengan baik, sehingga kegiatan dapat berlangsung tanpa insiden berarti.

Kuwu Desa Lelea, Trisno, menyampaikan bahwa Turnamen LINDA LEA CUP bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan bagian penting dari rangkaian peringatan Adat Ngarot yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi bagi masyarakat Lelea.

“Turnamen ini adalah wadah kebersamaan. Kami ingin Adat Ngarot tidak hanya dikenal sebagai tradisi budaya, tetapi juga dirayakan dengan kegiatan positif yang melibatkan generasi muda,” ujar Trisno.

Hal senada disampaikan unsur pengamanan dari Polsek Lelea yang menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci suksesnya pelaksanaan kegiatan masyarakat berskala besar.

Dengan koordinasi yang baik, potensi gesekan antarsuporter maupun gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.

Sepanjang pelaksanaan pertandingan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Penonton menikmati jalannya laga dengan penuh semangat, sementara para pemain menunjukkan sikap sportif hingga akhir pertandingan.

Turnamen LINDA LEA CUP 2025 dijadwalkan masih akan berlanjut dengan pertandingan-pertandingan berikutnya yang tak kalah menarik.

Masyarakat berharap kegiatan ini terus menjadi agenda rutin yang mampu mengangkat potensi olahraga lokal, memperkuat identitas budaya Desa Lelea, serta menjaga semangat persatuan di Kabupaten Indramayu.

Dengan suksesnya pertandingan hari pertama ini, LINDA LEA CUP 2025 kembali menegaskan bahwa sepak bola dan budaya dapat berjalan beriringan, menghadirkan hiburan sekaligus mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan