Lisma Mahasiswa USK Dibebaskan UKT Usai Banjir Maut

Lisma Mahasiswa USK Dibebaskan UKT Usai Banjir Maut

Universitas Syiah Kuala Berikan Bantuan Penuh kepada Mahasiswa Korban Bencana

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap aksi kemanusiaan dan perlindungan sosial dengan memberikan beasiswa penuh serta pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga tamat kuliah kepada salah satu mahasiswinya yang menjadi korban parah bencana di Aceh Tamiang. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata dari kampus terhadap mahasiswa yang sedang menghadapi kesulitan akibat musibah alam.

Beasiswa diberikan kepada Lisma Afriana, mahasiswi semester tujuh Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK. Ia hampir kehilangan seluruh anggota keluarganya akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh Tamiang. Kejadian ini memicu respons cepat dari manajemen universitas untuk membantu Lisma dalam menjalani studinya tanpa beban finansial.

Pemberian beasiswa ini dianggap sebagai bagian dari tanggung jawab moral USK terhadap mahasiswa yang sedang mengalami krisis. Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan bahwa langkah ini adalah wujud nyata dari kepedulian institusi terhadap kesejahteraan mahasiswa. Ini adalah masa yang sangat sulit bagi Lisma. Sebagai keluarga besar USK, kami tidak bisa membiarkan anak kami berjuang sendirian, ujarnya.

Melalui kebijakan ini, USK berkomitmen untuk menghilangkan kekhawatiran finansial terkait pendidikannya, sehingga Lisma dapat fokus pada proses pemulihan emosional dan penyelesaian studinya tanpa terhambat masalah biaya. Rektor menekankan bahwa bantuan ini bertujuan untuk menjadi penyemangat agar Lisma tetap tegar dan sukses meraih cita-citanya di USK.

Kami membebaskan seluruh biaya UKT-nya, dan kami akan memberikan beasiswa hingga ia menyelesaikan studinya. Harapan kami, bantuan ini dapat menjadi penyemangat agar Lisma tetap tegar dan sukses meraih cita-citanya di USK, jelas Prof. Marwan.

Kebijakan pembebasan UKT dan pemberian beasiswa penuh ini berlaku efektif segera dan mencakup semua sisa semester studi Lisma Afriana. Langkah ini melengkapi serangkaian program bantuan lain yang telah diluncurkan USK melalui unit-unit seperti Rumah Amal dan Satuan Tugas (Satgas) Bencana, yang secara aktif mengirimkan logistik, tenaga medis, dan relawan pendampingan ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Aceh.

Dalam pernyataannya, Rektor USK juga menyampaikan bahwa komitmen kampus ini menegaskan bahwa kampus berfungsi sebagai rumah bagi mahasiswanya, memastikan bahwa dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk akademik, tetapi juga dalam bentuk kemanusiaan dan jaminan sosial.

Inisiatif Kemanusiaan USK

Beberapa inisiatif kemanusiaan yang dilakukan oleh USK antara lain:

  • Pengiriman logistik ke wilayah terdampak bencana
  • Penyediaan tenaga medis untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir dan longsor
  • Pembebasan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang terkena dampak bencana

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa USK tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan kemanusiaan. Dengan adanya bantuan tersebut, mahasiswa yang mengalami kesulitan dapat tetap melanjutkan studinya tanpa khawatir tentang biaya hidup atau pendidikan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan