Litbang Kompas: Publik ingin pilkada langsung, demokrasi dan partisipasi jadi alasan

JAKARTA, nurulamin.pro - Mayoritas publik atau 77,3 persen responden menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung merupakan sistem yang paling cocok.

Dari 77,3 persen publik yang menyatakan cocok terhadap pilkada langsung, 46,2 persen di antaranya mengatakan bahwa demokrasi dan partisipasi menjadi alasannya memilih sistem tersebut.

Hal tersebut terekam dalam hasil jajak pendapat Litbang Kompas pada 8 sampai 11 Desember 2025.

Selanjutnya, 35,5 persen menjawab bahwa kualitas pemimpin menjadi alasan memilih pilkada dipilih oleh rakyat secara langsung. Lalu, ketidakpercayaan terhadap pemerintah (5,4 persen), lainnya (1,4 persen), dan tidak tahu (4,5 persen).

"Demokrasi dan partisipasi menjadi alasan terbesar publik memilih pilkada langsung. Aspek kedua terbesar adalah kualitas pemimpin yang dihasilkan," bunyi hasil jajak pendapat, dilansir dari Kompas.id, Senin (12/1/2026).

Dalam hasil jajak pendapat tersebut, hanya 5,6 persen responden yang menyatakan cocok terhadap sistem pilkada lewat DPRD.

Lalu, 15,2 persen responden menyatakan "Keduanya sama saja" dan 1,9 persen publik menjawab "Tidak tahu".

"Suara mayoritas publik yang tetap menghendaki pilkada langsung oleh rakyat terekam dalam jajak pendapat Litbang Kompas, Desember lalu. Sebanyak 77,3 persen publik menyatakan hal itu," bunyi jajak pendapat.

Jajak pendapat Litbang Kompas dilaksanakan pada 8 sampai 11 Desember 2025, dengan 510 responden dari 76 kota di 38 provinsi. Dengan margin of error sebesar kurang lebih 4,24 persen.

Berita ini dilansir dari Kompas.id dengan judul "Jajak Pendapat ”Kompas”: Publik Tetap Ingin Pilkada Langsung"

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan