
aiotrade,
JAKARTA - BIG Conference diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia Group untuk membahas proyeksi dan arah kebijakan ekonomi nasional 2026. Acara ini digelar di Raffles Hotel, Jakarta pada Senin (8/12/2025).
BIG Conference diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Bisnis Indonesia yang ke-40. Tema utama acara adalah “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi”. Forum ini menjadi penting bagi berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, pelaku usaha, investor, dan para ahli dalam merumuskan strategi menghadapi tantangan ekonomi global dan nasional pada 2026.
Selain sesi pembicara kunci, BIG Conference juga akan menghadirkan sesi Leader’s Talk dari kalangan menteri dan pimpinan lembaga. Pembicara kunci antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Sementara itu, Leader’s Talk akan diisi oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
BIG Conference dapat diikuti melalui live streaming di YouTube dengan tautan berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=I7W0YASK80s
Diskusi Ekonomi Kerakyatan
Sebagai bagian dari rangkaian acara HUT ke-40 Bisnis Indonesia, BIG Conference akan menyelenggarakan forum diskusi yang terbagi dalam beberapa sesi. Salah satu tema yang akan dibahas adalah “Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Prabowo: dari Makan Bergizi Gratis (MBG), 3 Juta Rumah hingga Koperasi Desa Merah Putih”.
Diskusi ini fokus pada capaian program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, forum juga akan membahas rencana kerja 2026 untuk menyukseskan program strategis pemerintahan tersebut.
Forum diskusi akan dihadiri oleh narasumber penting, seperti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana; Satgas Kopdes Merah Putih/Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono; Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Hirwandi Gafar; serta Anggota Satgas Perumahan Bonny Z. Minang. Moderator dalam forum ini adalah Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Pemerintahan Prabowo-Gibran resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 6 Januari 2025. Program ini ditujukan untuk anak-anak hingga ibu hamil agar memastikan kecukupan gizi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke depannya.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk MBG pada 2025. Namun, realisasi hingga 11 November 2025 baru mencapai 61,2% dari total anggaran. Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa penerima manfaat MBG mencapai 42 juta orang per 11 November atau hanya 50,6% dari target 82,9 juta penerima.
Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
Presiden Prabowo telah meluncurkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia pada 21 Juli 2025 lalu. Dalam momen tersebut, Presiden menegaskan bahwa koperasi adalah kekuatan kolektif rakyat. Selain itu, KDMP dibentuk untuk mendorong kemandirian desa di sektor pangan, pertanian, UMKM, kesehatan, logistik, dan keuangan inklusif.
Meski telah diluncurkan pada Juli, belum seluruh gerai Koperasi Desa Merah Putih beroperasi penuh. Presiden Prabowo dalam arahan terbarunya memerintahkan agar pembangunan 80.000 gerai rampung selambat-lambatnya April 2026.
Program 3 Juta Rumah
Program 3 Juta Rumah merupakan penjabaran dari Asta Cita Presiden Prabowo yang bertujuan untuk pengembangan infrastruktur, pembangunan desa, hingga pemerataan ekonomi. Dalam upaya menyukseskan program ini, pemerintah telah melibatkan swasta hingga investor asing untuk ikut berkontribusi dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan mengatasi masalah backlog 9,9 juta unit.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar