Lo Kheng Hong raih 40 Penghargaan BIG, Kunci Kesabaran dan Analisis Investasi untuk Kemandirian Fina


aiotrade, JAKARTA — Lo Kheng Hong menerima penghargaan BIG 40 Awards yang menjadi bagian dari rangkaian acara perayaan HUT ke-40 Bisnis Indonesia Group. Penghargaan ini diselenggarakan pada malam hari Senin (8/12/2025) di Hotel Raffles, Jakarta. Sebelumnya, Bisnis Indonesia Group juga menggelar BIG Conference yang menyatukan para pelaku industri dan regulator. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti Menteri Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri UMKM Maman Abdurahman.

Sebagai bagian dari momen spesial HUT ke-40, BIG 40 Awards memberikan penghargaan khusus kepada 40 tokoh yang dianggap berkontribusi besar bagi dunia bisnis, ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat. Dalam acara tersebut, Lo Kheng Hong meraih penghargaan kategori The Value Investing Grandmaster for Foundational Excellence in Wealth Creation. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan keahlian luar biasa dalam menerapkan filosofi value investing di pasar modal Indonesia.

Melalui prinsip investasi yang fokus pada nilai fundamental dan jangka panjang, Lo Kheng Hong telah menjadi inspirasi bagi jutaan investor. Kesuksesannya menunjukkan bahwa investor individu dapat mencapai kemandirian finansial, sekaligus menegaskan pentingnya analisis mendalam dan kesabaran sebagai fondasi etika dalam berinvestasi dan membangun kekayaan.

Lo Kheng Hong sering disebut sebagai Warren Buffett Indonesia. Namanya kerap menjadi perhatian karena aksi pembelian saham yang masif dan penerimaan dividen miliaran rupiah. Pak Lo, sapaan akrabnya, pernah bekerja selama 11 tahun sebagai pegawai bank dengan tugas sebagai klerek atau pegawai administratif. Gajinya saat itu hanya Rp50.000 pada tahun 1979, dan meningkat menjadi Rp350.000 pada 1990. Meskipun gajinya tetap sama selama 11 tahun, ia mengungkapkan bahwa keberhasilannya saat ini adalah berkat bantuan Tuhan.

Pada usia 30 tahun, Lo Kheng Hong memulai perjalanan investasinya. Ia mengakui bahwa waktunya terlambat dibandingkan idolanya, Warren Buffett, yang mulai berinvestasi lebih awal. Dalam proses belajar, ia memperdalam pemahamannya tentang pasar modal dan perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui berbagai sumber seperti buku dan surat kabar seperti Harian Bisnis Indonesia.

Ia menghabiskan sekitar enam jam sehari untuk membaca dan mempelajari saham-saham dengan fundamental kuat namun harga murah. Metode investasinya ini sering disebutnya sebagai "berburu saham mercy harga bajaj". Menurutnya, menentukan sumber informasi yang kredibel sangat penting dalam investasi. Ia bahkan menggunakan Bisnis Indonesia sebagai salah satu acuan utama dalam melakukan berbagai aksi investasi.

”Kunci keberhasilan saya adalah dari membaca. Sebelum menemukan buku Warren Buffett, saya tidak tahu apa-apa tentang saham. Jurnalis Bisnis Indonesia menjadi guru-guru saya, saya belajar tentang perusahaan publik dari Bisnis Indonesia,” ujarnya.

Dari investasi saham, Lo Kheng Hong telah menikmati capital gain dan berbagai dividen. Contohnya pada tahun 2025, ia menerima dividen besar dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) sebesar Rp48,66 miliar, PT ABM Investama Tbk. (ABMM) sebesar Rp23,07 miliar, dan PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) sebesar Rp12,94 miliar.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan