Lobi Gubernur YSK Bawa Fakultas Kedokteran ke UNIMA, Langsung Teken MoU dengan Pemprov

Lobi Gubernur YSK Bawa Fakultas Kedokteran ke UNIMA, Langsung Teken MoU dengan Pemprov

Pembukaan Fakultas Kedokteran dan Pertanian di Universitas Negeri Manado

Pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Pertanian (Faperta) di Universitas Negeri Manado (UNIMA) akhirnya resmi mendapatkan persetujuan dari pihak pemerintah pusat. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi yang sangat dibutuhkan oleh Sulawesi Utara, khususnya dalam hal peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pengembangan ketahanan pangan.

Langkah Strategis untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Kabar gembira ini sekaligus menunjukkan peran aktif Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) dalam mengajukan permohonan secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat Sulawesi Utara, khususnya terkait dengan minimnya jumlah tenaga dokter dan belum meratanya layanan kesehatan di berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan.

Pembukaan FK UNIMA disebut sebagai momentum penting dalam menjawab masalah tersebut secara jangka panjang. Menurut YSK, usulan ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga kebutuhan dasar dalam pembangunan daerah. Dengan adanya fakultas baru ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM di Sulawesi Utara.

Potensi Pengembangan Jurusan Pertanian Modern

Selain itu, UNIMA juga dinilai memiliki kapasitas lahan dan potensi besar untuk mengembangkan jurusan pertanian modern sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan Sulut. Hal ini menjadi salah satu aspek penting dalam menjawab tantangan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

Respons cepat dari Presiden Prabowo langsung diikuti oleh Kementerian Kesehatan dan Kemendikbudristek dengan mengirimkan tim khusus ke UNIMA. Verifikasi dilakukan terkait kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), hingga kualitas akademik yang menjadi syarat wajib untuk pembukaan dua fakultas baru tersebut.

Penandatanganan MoU dan Sinergi yang Kuat

Puncaknya, Pemerintah Provinsi Sulut dan UNIMA resmi menandatangani MoU di Wisma Negara, Manado, pada Jumat 12 Desember 2025. Penandatanganan ini menjadi bukti solidnya sinergi antara Pemprov, institusi pendidikan, dan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan universitas berstandar nasional di Sulawesi Utara.

Sebelumnya, Dirjen Diktiristek Prof. Khairul Munadi juga telah menyambangi Manado pada 9 Desember 2025 untuk memberi pendampingan teknis terkait pembentukan FK dan Faperta. Langkah ini menegaskan keseriusan Pemerintah Pusat dalam mengawal proses pendirian fakultas baru UNIMA.

Target Izin Operasional dan Penerimaan Mahasiswa Baru

Rektor UNIMA Prof. Joseph Philip Kambey menargetkan izin operasional Fakultas Kedokteran dapat terbit pada Mei 2026. Jika semuanya berjalan mulus, penerimaan mahasiswa baru FK UNIMA resmi dibuka pada tahun akademik berikutnya.

Gubernur YSK menyebutkan bahwa dirinya telah mengambil langkah inisiatif dengan menyurati langsung Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti). Dalam surat tersebut, Gubernur memohon rekomendasi agar UNIMA diizinkan membuka kedua prodi tersebut.

Dasar Permohonan yang Jelas dan Mendesak

Dasar permohonan yang diajukan sangat jelas dan mendesak. Pertama, UNIMA memiliki aset lahan yang sangat luas yang belum teroptimalisasi, yang sangat potensial untuk pengembangan prodi Pertanian modern. Kedua, dan yang paling krusial, Sulawesi Utara saat ini masih sangat membutuhkan tambahan tenaga dokter untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Upaya jemput bola yang dilakukan Gubernur Sulut ini ternyata membuahkan hasil yang menggembirakan. Pemerintah Pusat merespons permohonan tersebut dengan sangat cepat. Menurut Gubernur, Presiden RI langsung menanggapi surat permohonan tersebut. Instruksi Presiden kemudian ditindaklanjuti segera oleh kementerian teknis terkait.

Pengecekan Kesiapan UNIMA

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemendikti dilaporkan telah bergerak untuk melakukan pengecekan langsung terkait kesiapan UNIMA, baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya, untuk menyelenggarakan prodi Kedokteran dan Pertanian. Atas perhatian dan gerak cepat pemerintah pusat ini, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam.

Peran Penting dalam Pembangunan Daerah

Untuk itu, atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Presiden. Kami sangat mengapresiasi karena beliau begitu cepat memberikan tanggapan dan menindaklanjuti permohonan kami demi kemajuan daerah ini, tukasnya.

Gubernur Yulius yang didampingi Rektor UNIMA, Sekprov Sulut Tahlis Gallang dan Asisten 1 Pemprov bidang Pemerintahan dan Kesra Denny Mangala juga Plh Kadiskominfo Sulut.

Kehadiran Fakultas Kedokteran UNIMA

Kehadiran FK UNIMA akan melahirkan tenaga medis lokal yang dapat ditempatkan di seluruh daerah, termasuk wilayah terpencil dan kepulauan. Apalagi prodi tersebut direncanakan bakal dibuka Bulan Mei 2026.

Dengan sinergi kuat antara Pemerintah Pusat, Pemprov Sulut, dan UNIMA, Sulawesi Utara kini berada pada jalur percepatan pembangunan SDM sebuah lompatan besar menuju masa depan daerah yang lebih mandiri dan kompetitif.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan