
Peningkatan Sektor Transportasi dan Pergudangan
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa hingga akhir 2025, sektor transportasi dan pergudangan akan memberikan kontribusi sekitar Rp1.500 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Angka ini meningkat menjadi sekitar 9%, dari sebelumnya 8,69% pada tahun 2024.
Banyak pelaku usaha berupaya maksimal untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan sektor logistik. Salah satunya adalah PT Pos Logistik Indonesia yang menambah armada operasionalnya secara signifikan. Rahadian Tanjung, Vice President Project and Contract Logistic PT Pos Logistik Indonesia, mengatakan bahwa penambahan armada mencapai 100 persen sehingga total mencapai lebih dari 500 unit. Armada tersebut juga termasuk yang disewa dari PT Mobilitas Digital Indonesia (Moda).
“Sebagai perusahaan angkutan, kami mencari kendaraan yang seefisien mungkin agar biaya operasional lebih rendah. Isuzu sangat kompetitif di sini, secara overall rata-rata 35 persen lebih irit,” ujar Rahadian di Jakarta, Selasa 9 Desember 2025.
Isuzu sebagai Primadona Usaha Logistik
Isuzu menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha logistik karena kualitasnya yang andal dan efisiensi tinggi. Hal ini membuat market share Isuzu terus meningkat, bahkan mendominasi berbagai segmen. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo) dari Januari hingga Oktober 2025 menunjukkan bahwa market share Isuzu di segmen kendaraan komersial mencapai 28,6 persen. ELF memiliki market share 23,3 persen, lalu Giga 17,5 persen, dan Isuzu Traga mendominasi pasar dengan market share 47,2 persen.
Selain konsumsi BBM yang lebih irit, pihaknya memilih Isuzu karena ketahanan yang teruji. Terutama melihat medan di berbagai wilayah, termasuk yang memiliki kontur tanjakan terjal. Selain itu, layanan aftersales yang luas di berbagai daerah dan layanan cepat juga menjadi faktor penting.
“Operasional unit aman, teknisi mereka datang ke kami. Ini penting, karena angkutan komersial tidak boleh berhenti, harus terus bekerja. Ini begitu membantu,” tuturnya.
Keunggulan Isuzu dalam Layanan dan Jaringan
Direktur Operasional PT Moda, Andy Dwi Zatmoko menjelaskan, dari total armada yang dimiliki lebih dari 1.000 unit, 75 persennya adalah mobil Isuzu. “Karena memang kami menyediakan apa yang diminta konsumen. Selain unitnya efisien, network layanan Isuzu juga luas, unitnya andal, dan pelayanan aftersalesnya bagus. Teknisinya mendatangi ke tempat kerja customer, jadi customer tidak perlu repot datang ke bengkel,” papar Andy.
Ketersediaan Layanan Purnajual yang Maksimal
Pada kesempatan terpisah, Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Rian Erlangga menjelaskan, pihaknya tidak hanya memberikan produk yang andal, tetapi juga layanan purnajual maksimal. Saat ini, Isuzu memiliki 127 outlet, 112 bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia dengan 486 tenaga mekanik stall. Juga ada 175 bengkel mitra Isuzu, 161 Tenaga Mekanik Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), dan 4 Depo Part di Makassar, Palembang, Medan, dan Pontianak, serta lebih dari 2.000 partshop.
Sertifikat TKDN untuk Seluruh Produk
Isuzu satu-satunya brand yang memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk seluruh produk kendaraannya baik Giga, ELF, dan Traga. “Total ada 34 varian kendaraan Isuzu, semuanya sudah memiliki sertifikat TKDN,” tutur Rian.
Saat ini, TKDN untuk Isuzu Traga lebih dari 44 persen, sedangkan Elf sebesar 33 persen, dan Giga sebesar lebih dari 35 persen. Sertifikat itu diterima bertahap.
“Dengan adanya tingkat lokalisasi Isuzu bagus, sehingga biaya lebih kompetitif, dan ketersediaan terhadap kendaraan dan suku cadangnya lebih terjaga,” tutur Rian.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar