Lomba baris-berbaris memeriahkan puncak HAB ke-80 Kemenag di Gorontalo

Lomba baris-berbaris memeriahkan puncak HAB ke-80 Kemenag di Gorontalo

Kemenag Marching Competition Tingkat Provinsi Gorontalo Dibuka

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono, secara resmi membuka ajang Kemenag Marching Competition Tingkat Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (3/1/2026). Acara yang diselenggarakan di Lapangan Kanwil Kemenag Gorontalo menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI.

Dalam sambutannya, Kaswad Sartono menegaskan bahwa madrasah saat ini telah mengalami transformasi signifikan. Madrasah tidak lagi dipandang sebatas lembaga pendalaman ilmu agama, melainkan telah berkembang menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, dan keterampilan peserta didik secara menyeluruh.

Menurutnya, pelaksanaan lomba marching band menjadi bukti konkret bahwa Madrasah mampu mengasah potensi non-akademik siswa tanpa meninggalkan kekuatan nilai keilmuan dan spiritual. Bahkan, ia mengungkapkan kebanggaannya atas capaian tim marching band madrasah Gorontalo yang telah menorehkan prestasi tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional.

Tiga Pilar Talenta Utama Madrasah

Kaswad menjelaskan bahwa wajah madrasah masa kini tercermin dalam tiga pilar talenta utama. Pertama, talenta keilmuan, yakni penguasaan ilmu agama yang berpadu dengan sains dan pengetahuan umum. Kedua, talenta kebangsaan, yang menanamkan nilai cinta tanah air, disiplin, dan semangat kebersamaan. Ketiga, talenta masa depan, berupa kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman melalui keterampilan khusus, seni, dan inovasi.

"Inilah potret madrasah yang sesungguhnya. Madrasah dengan multitalenta—keilmuan, kebangsaan, dan masa depan. Momentum ini semoga menjadi catatan sejarah yang diwariskan sebagai nilai kebaikan bagi generasi penerus," ujar Kaswad.

Peran Guru dan Pembina Marching Band

Pada kesempatan tersebut, Kaswad juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan pembina marching band yang dinilainya telah berperan besar dalam membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan ketangguhan mental siswa melalui seni musik.

Ia berharap, Kemenag Marching Competition tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga Madrasah serta wadah kompetisi yang sehat dalam semangat kebersamaan dan perayaan HAB ke-80 Kementerian Agama RI.

Momen Bersejarah untuk Madrasah

Kemenag Marching Competition Tingkat Provinsi Gorontalo menjadi momen penting bagi madrasah di Gorontalo. Selain sebagai ajang kompetisi, acara ini juga menjadi wadah untuk menunjukkan perkembangan madrasah yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pengembangan bakat dan minat siswa.

Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi siswa-siswi madrasah untuk menampilkan keterampilan mereka dalam bentuk pertunjukan marching band. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang kuat antara siswa, guru, dan seluruh komunitas madrasah.

Tujuan dan Harapan dari Kemenag Marching Competition

Tujuan utama dari Kemenag Marching Competition adalah untuk memberikan wadah bagi siswa madrasah dalam mengekspresikan bakat mereka, terutama dalam bidang seni musik. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri, disiplin, dan kerja sama antar siswa.

Dengan adanya kompetisi seperti ini, diharapkan madrasah dapat terus berkembang dan menjadi pusat pengembangan potensi siswa secara holistik. Dengan demikian, madrasah akan tetap menjadi tempat yang mampu melahirkan generasi yang tangguh, berprestasi, dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan