
Memori LPDDR6 Mulai Dikomersialkan Tahun Ini
Memori generasi terbaru, LPDDR6, dipastikan mulai dikomersialkan pada tahun ini. Ponsel flagship Android akan menjadi yang pertama menghadirkan teknologi ini ke pasar konsumen, sementara Apple belum berencana untuk mengadopsinya dalam waktu dekat.
Menurut laporan dari Fast Technology pada 3 Januari, Apple akan meluncurkan seri iPhone 18 pada paruh kedua 2026. Namun, perangkat tersebut masih akan menggunakan memori LPDDR5X. Meski demikian, Apple disebut akan meningkatkan bandwidth dengan mengadopsi arsitektur enam kanal. Perubahan ini tidak berarti langsung beralih ke LPDDR6, tetapi merupakan langkah peningkatan kinerja secara bertahap.
Dengan adanya LPDDR6, produsen ponsel Android akan menjadi pihak pertama yang menawarkan teknologi ini kepada pengguna. Teknologi baru ini memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan LPDDR5X. Secara umum, LPDDR6 diperkirakan sekitar 20 persen lebih mahal dan pada tahap awal hanya tersedia dalam kapasitas 16 GB.
Sebagai perbandingan, harga memori 12 GB LPDDR5X saat ini berada di kisaran USD 70. Dengan demikian, harga LPDDR6 diperkirakan bisa mencapai USD 100 per unit. Kondisi ini membuat LPDDR6 lebih realistis digunakan pada ponsel flagship ultra-premium.
Pengaruh Harga Terhadap Pasar Ponsel
Perkembangan harga memori ini juga memengaruhi perkiraan harga ponsel. Chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen6 yang akan diluncurkan pada paruh kedua tahun ini hadir dalam dua varian, yaitu Gen6 standar dan Gen6 Pro. Hanya varian Gen6 Pro yang mendukung LPDDR6.
Penggunaan proses 2 nm TSMC pada chipset terbaru ini bersamaan dengan lonjakan harga memori telah memicu analisis dari para ahli. Mereka memperkirakan bahwa harga ponsel flagship Android akan kembali naik pada paruh kedua 2026. Artinya, konsumen harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk membeli ponsel kelas atas tahun depan.
Perubahan Proyeksi Produksi Smartphone
Dampak kenaikan biaya ini juga menyebabkan TrendForce merevisi proyeksi produksi dan pengiriman smartphone global pada 2026. Sebelumnya, proyeksi pertumbuhan adalah 0,1 persen, tetapi kini direvisi menjadi turun 2 persen secara tahunan.
Jika ketidakseimbangan pasokan dan permintaan memori terus berlanjut, revisi ke bawah masih sangat mungkin terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa industri ponsel akan menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Tantangan Pasca-Pandemi
Pasca-pandemi, industri ponsel menghadapi berbagai tantangan termasuk kenaikan biaya komponen dan perubahan pola konsumsi. Teknologi seperti LPDDR6 menawarkan peningkatan kinerja, tetapi juga membawa konsekuensi finansial yang besar. Konsumen dan produsen sama-sama harus beradaptasi dengan situasi ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar