Peluang Investasi di Jawa Tengah Akibat Ketidakstabilan Global
Solo Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa ketidakstabilan situasi geopolitik global justru memberikan peluang besar bagi investasi di Jawa Tengah. Hal ini disampaikan oleh Luhut dalam acara Solo Investment Forum 2025 yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn, Solo, pada Jumat (12/12/2025).
Luhut hadir sebagai keynote speaker dalam forum tersebut dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Wali Kota Solo Respati Ardi serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam mengidentifikasi permasalahan di wilayah masing-masing. Ia menilai bahwa Jawa Tengah memiliki modal besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Jawa Tengah itu punya semua. Ada universitas yang bagus, sumber daya manusia yang terampil, serta wilayah yang luas," ujar Luhut Binsar Pandjaitan.
Khususnya di Kota Solo, Luhut menilai bahwa kota ini memiliki keuntungan karena stabilitas keamanan yang terjaga. Kondisi ini menjadi daya tarik bagi para investor yang ingin membuka bisnis di Solo. Selain itu, masyarakat di Kota Bengawan tidak terlalu banyak mempermasalahkan gaji atau penetapan Upah Minimum Regional (UMR), hal ini juga berdampak positif terhadap iklim investasi.
Luhut, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, meminta pemerintah daerah untuk lebih memperkuat universitas atau lembaga vokasi agar dapat melahirkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Ia juga menyoroti bahwa kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, salah satunya akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China, turut memengaruhi ekonomi Indonesia. Namun, Jawa Tengah memiliki bekal kuat untuk bangkit kembali dari situasi ini.
"Selama aman dan mudah berinvestasi, pabrik pasti datang. Ini peluang Jawa Tengah untuk tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Luhut optimistis bahwa ekonomi Indonesia, termasuk Jawa Tengah, dapat tumbuh hingga 8% pada 2029 jika digitalisasi, reformasi perizinan, dan penguatan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan baik.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah
Berikut beberapa faktor yang menjadi pendukung utama pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah:
-
Sumber Daya Manusia yang Berkualitas
Jawa Tengah memiliki sumber daya manusia yang terampil dan siap diaplikasikan dalam berbagai bidang industri. Penguatan pendidikan vokasi dan universitas menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas SDM. -
Stabilitas Keamanan
Kota Solo, khususnya, memiliki tingkat keamanan yang terjaga, membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk berinvestasi. Stabilitas ini juga menciptakan lingkungan yang nyaman bagi para pengusaha. -
Ketersediaan Infrastruktur
Jawa Tengah memiliki infrastruktur yang cukup memadai, baik transportasi maupun fasilitas umum. Hal ini mendukung mobilitas dan efisiensi operasional bisnis. -
Kebijakan Investasi yang Ramah
Pemerintah daerah perlu terus memperbaiki regulasi dan proses perizinan agar lebih mudah dan transparan. Dengan demikian, investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modal di Jawa Tengah.
Kesimpulan
Dengan potensi yang dimiliki, Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi nasional. Kombinasi antara SDM yang berkualitas, stabilitas keamanan, dan kebijakan investasi yang ramah akan menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan komunitas bisnis, Jawa Tengah dapat mencapai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan rata-rata nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar